11 Dec 2014

Wisata Edukatif di Jakarta Selatan


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online

Mencari tempat wisata yang bernuansa alam di Kota Jakarta ini menurutku agak susah, selain Ancol. Ancol lagi ancol lagi. Tapi tetap saja Kota Jakarta ini menyajikan sesuatu yang tidak ada di tempat lainnya. Dengan kemudahan sarana transportasi, moda angkutan yang murah, Jakarta masih akan tetap memikat.

Beberapa tempat wisata, yang sangat baik sebagai sarana edukasi untuk anak-anak kita, dan bahkan untuk kita sendiri, sebut saja Museum Gajah, Museum Bahari, Monas dan masih banyak lagi lainnya. 

Satu yang ada di sekitaran Jakarta Selatan adalah suatu tempat yang namanya ANRI, Arsip Nasional Republik Indonesia. Tepatnya berada di jalan Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560, Telp. 021-7805851. Website : http://www.anri.go.id 

Di ANRI ini, pengunjung selain bisa mencari arsip-arsip lama, yang utamanya sebagai sarana edukasi kita bisa melihat area diorama yang dibagi menjadi beberapa Hall, dari Hall A hingga Hall G.

Hall A, berisi fasilitas buku digital berupa katalog Sejarah Perjalanan Bangsa, yaitu arsip khusus tentang peristiwa dan profil tokoh nasional.

http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/6109c6de44d910554a0160f94358cbb8.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/79167d18b01c218f09cda53e7c3bc238.jpg

Hall B, berisi masa kejayaan Nusantara hingga Masa Penjajahan hindia Belanda di Bumi Pertiwi. Di Hall B ini direpresentasikan oleh dua kerajaan besar yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. 
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/b32ea9887971f51f1cb6678c654e0a3b.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/d40b1d976ae1b6796a64647b16b1b41a.jpg
Hall C berisi era pergerakan tokoh-tokoh pemuda dari tahun 1908 - 1928. Peristiwa Sumpah Pemuda menjadi titik sentral hall ini. 
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/e758ab4de9294cdd3cfe4953d362f3f7.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/26e4f32be2eaba1865c535f8b49d3ad5.jpg
Hall D berisi peristiwa sekitar Proklamasi kemerdekaan. 
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/076a64d92e56686dd221a26ec831fcfe.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/6c270cf78865baa476bf993978dce460.jpg
Hall E berisi peristiwasetelah kemerdekaan hingga tahun 1965. 
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/bbd7fd967854be0f0be8f4c8873d1ade.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/44bc8e9587202c4d4a24c46d94d5160e.jpg
Hall F berisi peristiwa bersejarah, memasuki hall ini, pengunjung berada dalam lingkungan dramatis menyaksikan sejarah peristiwa Lubang Buaya.
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/21dbacb8ef3ba2fd641440dd1f6b4bb5.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/621334a017b3a4c72b072081516925fd.jpg
Hall G berisi peristiwa dari 1998 hingga 2008. Terdapat banyak peristiwa dari terbitnya UU Otonomi Daerah, lepasnya Timor-Timur, kesepakatan damai GAM dengan pemerintah RI dll.
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/72800871c244c325113c6097a472b895.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/c268eb9c210afb3867764552b42eed79.jpg

HALL H
Akhirnya, pengunjung diajak menyaksikan film tentang sejarah perjuangan bangsa sejak tahun 1942 hingga sekarang. Tayangan ini diharapkan dapat menggugah hati nurani anak bangsa sekaligus sebagai wahana perenungan bahwa kejayaan bangsa hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan pengorbanan.

http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/b010910e834248d6d7b17908e99d8f4c.jpg
http://anri.go.id/4dm1n/data/upload/1e81833aeaa2d1f782f7c86c2de2bb71.jpg
(foto-foto Hall A hingga Hall G diambil dari anri.go.id)

Memasuki ANRI, kita akan diberi kesejukan dari pendingin ruangan. Sangat kontras dengan lingkungan luar Jakarta yang sering panas. Adem bahkan cenderung dingin. Sangat nyaman untuk menjelajahi semua Hall di ANRI ini.

Jika bosan hanya mengunjungi mall-mall di Jakarta, tak ada salahnya mengajak putra-putri kita ke ANRI untuk mengenal lebih jauh perjuangan bangsa Indonesia ini.

2 Dec 2014

Menghilangkan jerawat dengan sabun mahal !


Sepertinya, urusan kaum wanita dengan jerawat ini adalah urusan hingga akhir masa :P

Aku ga tau dengan kaum pria, tapi selama ini, teman-temanku cenderung cuek dengan yang namanya jerawat. Dengan kondisi berpeluh, keringat banyak, kotoran menempel di muka, tetap saja cuci muka paling banter hanya dengan sabun biasa. Kalaupun "agak" bersih, paling pake sabun muka biasa, yang penting agak kesat. Ya setidaknya itu menurutku. Aku walaupun kulit berminyat, tapi ya sebodo amat dengan jerawat. Ada jerawat, paling dibiarkan saja. Entar juga hilang dengan sendirinya. Ga usah di pencet-pencet, nanti malah meninggalkan bekas saja.

Berbeda dengan kaum wanita. Pun dengan istriku. Mungkin beberapa tulisannya sudah aku posting di blog ini. Beragam macam obat jerawat mulai dari kantong mahasiswa kere hingga sekarang coba yang namanya klinik kecantikan, tetap saja urusannya, kalau kita ambil benang merahnya, JERAWAT. Betul kan ? Hampir semua klinik kecantikan, mulai dari yang tidak terkenal ataupun terkenal karena iklan, hampir dipastikan kebanyakan adalah masalah jerawat. Ya... wanita dan jerawat, seperti hal yang tak pernah bisa dipisahkan :P

Oke, setelah mencoba dari mulai yang Acne...acne ..., obat oles dokter yang ga punya nama di botolnya, herbal, hingga penanganan dokter mulai dari mengelupas kulit wajah hingga wajahnya merah kaya udang rebus. Masalahnya ? Ingin kulit mulus tanpa jerawat. Berapa biayanya ? Hhh... ibarat kata udah harga standar, Rp. 500.000 buat sekali dateng ke dokter kecantikan, sepertinya harga yang umum :(

Dokternya sudah ratusan ribu, belum lagi obat-obatannya. Belum lagi harus kembali seminggu atau sebulan kemudian. Kalau tidak kembali, bisa-bisa kondisi kulit wajah kembali ke semula. Uh...uh...uh... buat jadi cantik memang mahal, dan penuh pengorbanan. (Maksudnya, kaum lelaki banyak berkorban buat nganterin dewi-nya pergi ke klinik, berkorban duit buat ngebiayain obatnya, ngorbanin waktu nungguin si do'i yang lagi perawatan hiks...hiks...hiks...)

Ok, kembali ke topik jerawat, setelah melalui surfing kiri kanan atas bawah, dengan beberapa testimoni dan lain-lain, akhirnya istriku kepincut dengan satu barang yang namanya sabun. Sabun-nya keciiiill (karena kalau dibandingkan dengan harga sabun biasa yang cuman Rp. 2.000, bisa beli sekitar 150 batang sabun biasa !!! ).

Tapi, yang namanya wanita, tetap saja tidak bisa dijauhkan dengan yang namanya prinsip ekonomi. Karena merasa harga satu batang sabun (ukuran mungkin 5 x 3 x 0,8 cm ... kira-kiraanku saja :D  ), maka istriku mencari harga yang paling murah. Dan didapatlah ada satu reseller yang menjual sabun jerawat tersebut dengan harga hanya Rp. 50.000 saja !

Lho kok bisa? jangan-jangan palsu.

Bukan palsu, tapi maksudnya, tuh sabun dipotong-potong sedemikian rupa sehingga bisa dijual dengan harga Rp. 50 ribu. Ya... sepersekian dari sabun utuhnya itu tadi. Kebayang kan? 

Tapi dengan harga sabun yang sudah diperhemat (=masih tetap mahal ) tersebut, akhirnya istriku memberanikan diri membeli lewat online. Dan lagi-lagi meminta pertimbanganku karena dia belum sering beli online kecuali dari bhinneka. Hingga akhirnya tuh sabun jerawat yang super kecil, tiba dan dipakai hingga beberapa hari.

Karena kecil dan mahalnya tuh sabun, jadi dipakai hanya untuk wajah saja. Hanya wajah saja. Ya iya-lah, tar kalo aku pake buat mandi, bakal nangis bombay dia...

Setelah sabun super irit-nya habis, maka istriku pun kembali membelinya...dan membeli lagi...dan membeli lagi dengan ukuran yang utuh ! Mungkin karena efeknya sangat terasa. terutama untuk penyembuhan bekas luka di wajah.

Hingga sekarang masih juga membeli tuh sabun jerawat coklat kecil mahal. Dan...akhirnya istriku daftar juga jadi member sabun jerawat coklat kecil mahal itu. Katanya buat dapet diskon karena kalau member kan harganya beda, lebih murah.... ya...lebih "murah". Selain itu katanya bisa buat jualan. Oke ... jualan ... tapi dipakai dulu buat sendiri, buat testimoni, katanya. Oke ... kalo kalian yang baca postingan ini adalah kaum lelaki, sudah mengerti kan arah tujuan dari "nanti jualan" ? Hahaha...

BTW, tapi kalau emang dilihat-lihat, ada perubahan signifikan pada kulit wajah istriku. Lebih bersih, lebih putih. Beneran. Bukan mo muji istri sendiri, tapi maksudku, sabun coklat kecil buat jerawat yang "masih" mahal tersebut, memang sudah teruji. Dan istriku mau "menguji" lebih lama lagi. Ya..."lebih lama lagi" hehehe

Secara sepintas yang aku baca dari brosur tuh sabun jerawat kecil ga murah dan memang sangat kecil, sabun itu terbuat dari clay (sejenis lilin alami) dari ribuan tahun lalu dari negara mana gitu, aku lupa. Tapi bayangkan, sabun muka yang hanya ada komposisi clay super irit hanya nol koma nol nol nol sekian persen saja, sudah dengan bangganya mengiklankan produk mereka karena ada kandungan clay-nya. Ini, sabun muka kecil yang ga murah ini, terbuat dari clay-nya. Clay-nya itu sendiri yang jadi sabun. Bukan memuat komposisi clay, tapi clay itu adalah sabunnya. Sabun itu adalah clay itu sendiri. Nah, mo dibolak-balik kaya apa lagi coba ? 

Jadinya pantes aja kalau mahal, bener ga ? (ya mahal, karena si produsen sudah tahu kalau wanita suka ribet dengan urusan jerawat, jadi berapapun harganya, kaum wanita pasti akan membelinya ...hiks..hiks..hiks...)

Ya tapi yang pentingnya mah, duitnya ada, rejekinya ada, dan urusan jerawat bisa berkurang. Lumayan lah, baru beberapa kali pakai (baca: beberapa kali pakai), kulit wajah istriku sudah lebih bersih. Agak putih ? Kayanya sih agak putihan. Yang penting cocok lah dengan kondisi kulit wajah istriku. 

Nah, siapa lagi yang masih bermasalah dengan jerawat ? Mau coba juga sabun ini ? Jangan beli sendiri ya, minta sama papihnya, biar hemat :D

Menikmati makan siang pinggir laut di Bandar Jakarta Ancol


November 2014
Sepulangnya kami dari Cianjur, karena sudah janji sama Nefertiti untuk mengajaknya main pasir di Ancol, maka kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Ancol. Untungnya hari itu adalah hari kerja, jadi perjalanan melewati Puncak menuju Jagorawi sedang lancar-lancarnya. 

Dari Jagorawi, kami belok menuju Tanjung Priok. Dan sempat macet di tol sekitar 1 jam, selebihnya lancar, masuk ke Ancol. Bayar dulu tiket di gerbang Ancol, Mobil plus kitanya sendiri, total Rp. 70.000. Selepas bayar tiket masuk, jangan lupa ambil tiket parkir yang ada di depannya. Tiket parkir ini sangat penting diambil, karena jika tidak, papan penghalang-nya tidak akan terbuka #ahpokonyaambilsajatiketnya

Dari gerbang Ancol, pas banget sesuai dengan rencana, Bandar Jakarta ada di depan kita. Langsung saja mobil bergerak lurus dari gerbang Ancol, parkir di depan Bandar Jakarta. 

Sebelum-sebelumnya, kami ga pede kalau mau makan di Bandar Jakarta. Melihat tempatnya saja sudah membuat kami mengelus-ngelus dompet. Tapi karena penasaran dan ada dana lebih :D maka kami mencoba juga Bandar Jakarta.

Walaupun bukan weekend, tapi  parkiran sudah penuh, mobil pun terpaksa parkir paralel-netral. 

Memasuki tempat ini, kita disuguhi aneka ikan laut baik yang sedang berenang-renang di akuarium, ataupun yang ada di peti es, untuk dipilih sebagai menu makan kita. Bermacam-macam ikan mulai dari ikan biasa hingga belum pernah aku temui ada disini. 

Yang masih berenang ada ikan Bawal, ikan Kerapu, Lobster, macam-macam udang, macam-macam kerang dari kerang dara, kerang bambu, kerang tahu. Yang di wadah es ada ikan Kakak tua, ikan sebelah (ini ikan memang sebelah, sebelah berwarna gelap, sebelahnya lagi berwarna putih). Macam-macam ikan yang belum pernah aku temui ada disini. Kita tinggal ambil keranjang-nya atau si mas-mas yang baik hati akan bantu kita bawain keranjang dan mengambilkan ikannya buat kita. 

Selepas memilih ikan-nya, kita ke bagian pemesanan buat ditanya-tanya sama si mba disana, ikannya mau diapain. Aku yang memilih ikan Kakak Tua minta dimasakin dengan Saus Thailand. Istriku memilih ikan sebelah yang minta digoreng saus asam manis. Sedang untuk Nefertiti dia minta kerang tahu saja. Nefertari ? Hanya icip-icip saja dari kami. 

Selepas pemesanan, kami memilih tempat duduk. Tempat duduk favorit biasanya deket pinggir lautnya, dan saat itu sudah hampir semuanya terisi penuh. Untunglah masih ada satu gazebo buat lesehan, di depan tulisan Putri Duyung di seberangnya.

Setelah duduk, baru deh si mas-nya menawari mau minum apa. Melihat orang lain di mejanya ada kelapa muda batok, hhhh... jadi ngiler juga, dengan suasana yang sedang panas-nya, aku pun pesan kelapa muda murni ga pake es ataupun gula. Teh botol 2 tidak lupa dipesan juga. 

Saat sedang menunggu menu makanan tiba, akupun mengajak Nefertari dan Nefertiti berkeliling melihat ikan-ikannya. Ada akuarium hias juga di depan lesehan kami. Termasuk di dalamnya ada ikan badut si Nemo. Anakku jelas antusias melihat si Nemo yang selama ini dilihatnya sebagai balon ataupun ikan mainan saja.

Tidak begitu lama, pesanan kami muncul. Ikan kakak tua pesananku tiba dengan selamat sentosa, digoreng di filet-filet dan diguyur saus Thailand yang asam dan segar.

Sebenarnya sayang juga, aku juga yang salah pesan, jadinya kurang bisa merasakan rasa asli ikan kakak tua karena sudah terbungkus rasa saus Thailand. Mungkin harusnya minta dibakar saja. Walaupun dengan saus Thailand tetep saja enak dan nikmat. Pun saat aku mencicipi ikan Sebelah milik istriku. Enak-enak.

Nasi-nya disajikan dalam satu wadah ... apa ya ... boboko  :D
Nasinya kayanya cukup untuk 4 orang, dan kata si mas karyawannya tuh nasi bisa di Refill. Tapi sampai kami kekenyangan pun, tuh nasi masih bersisa banyak. Ga jadi Refill hahaha

Kami sempat lempar-lemparan tebakan, berapa tagihan buat pesanan kami. Aku menebak antara 200 - 300 ribu. Istriku menebak antara 400 - 500 ribu. Let's see. Untuk menu berupa :
- 1 ikan Kakak Tua saus Thailand
- 1 ikan Sebelah saus asam manis
- 1 kerang tahu saus padang
- 1 kelapa muda batok
- 2 teh botol sosro
(lalap sambal gratis)

Ok, saatnya menyudahi waktu di Bandar Jakarta, kami pun bersiap meninggalkan tempat itu. Si mba karyawati menanyakan apa mau dibayar di kasir apa disana? Aku bilang langsung di kasir. Terus si mba-nya mengambil nomor antrian kami tadi dan menyerahkan pada temennya. Dan kita diminta mengikuti temannya tadi menuju kasir. Ooo... begitu toh caranya di Bandar jakarta ini.

Istriku yang membayar di kasir, sedangkan aku mengantar Nefertiti menuju toilet karena kakinya kena minyak dari lampu minyak di saung kami makan tadi :D

Selepas dari kasir, istriku dengan wajah cemberut, berkata "Tau gitu dari dulu mending makan disini saja, daripada ayam fried chicken mulu". "Emang berapa?" "157 ribu"
"Emang ga salah itung?"
"Engga, dia juga nyuruh cek lagi pesanan, udah semua"
Weh ... rupanya tebakan kami tidak ada yang benar. Total bill sebesar 157 ribu. Dan sudah sangat kenyang buat kami. Lumayan lah, daripada kalau kami cuma pesan ayam-nasi, belum minuman sodanya, sama mineralnya. Mendingan ke Bandar Jakarta kalau sudah tau begini. Harganya ga jauh beda. Tempatnya aja yang bikin kami keder :D

Tapi beda kalau kami pilih menunya Lobster atau Udang Ronggeng, yang harga satu ekornya tertera di akuarium sebesar 170 ribuan ... per ekornya ...

Tapi ya cukup lah buat ikan asing lainnya. Ukurannya lumayan, mau yang super lumayan juga ada. Ikan yang aku pesan cenderung kecil, jika dibandingkan teman-temannya di box es, tapi ternyata itu sebesar telapak tangan orang dewasa. Dan mengenyangkan.

Ga kecewa lah masuk ke Bandar Jakarta, yang bikin kecewa dari tempat ini yaitu ... kita baru tau harganya ga se-nightmare tempatnya :P

24 Aug 2014

Cimory Riverside, Lokasi Prewedding Nuansa Sungai Bebatuan


Minggu ketiga Agustus 2014, satu kesempatan kembali ke Cimory. Selain ingin ngemil, juga meluruskan kaki karena jalan yang tersendat sedari masjid at taawun menuju bawah ke arah Jakarta.

Cimory riverside jadi pilihan, selain karena Cimory mountain view sudah terlewati. Hari Sabtu siang memang tempat seperti Cimory ini banyak pengunjung. Walaupun sabtu kemarin tidak seperti weekend biasa nya. Jika weekend yang rame, deretan bus juga akan banyak parkir di depan tempat ini.

Memasuki tempat ini, ada hal yang berubah. Si sapi yang menyambut tamu, sekarang ada di tengah kolam. Tadinya anakku mau disuruh foto bersama si sapi, foto yang sama tapi beda tahun. Ternyata sapinya lebih suka berada di kolam. Mungkin biar lebih adem.

Ke arah kanan dari pintu masuk, kami ke area coklat, chocomory. Aneka cemilan berbahan dasar coklat ada disini. Di sampingnya ada area snack dll. Beli susu aneka rasa di dalam botol di lemari pendingin, yoghurt aneka rasa, aneka keripik, kue kering dll ada disini. Termasuk sosis yang dijual/masak di area resto, dijual disini juga.

Keluar dari beli cemilan, ada tangga ke bawah menuju toilet, musholla, play ground dan ke arah lebih bawah ke pinggir sungai untuk foto-foto selfie :P

Saat mengawasi kedua anakku yang dengan lincahnya menyentuh area mainan di playground, aku coba icip-icip susu yang baru dibeli. Disaat suasana saat itu panas menyengat, kebayang dong nikmatnya susu coklat dingin. Dan dengan santai, dicicipi lah susu langsung dari botolnya. Uppsss... ko rasanya berasa aneh ya?

Alih-alih rasa coklat, ini ada rasa baru, yang membuat sejenak berpikir, ini rasa yang familiar tapi apa? Karena yang terbayang masih rasa coklat tapi ini bukan.

Dilihat lagi di botol, yah.... ternyata rasa kopi!

warna yang hampir sama, sama-sama coklat, ternyata salah ambil. Coba kalau tutupnya ada tulisan KOPI, mungkin pas ngambil ga salah. Ini warnanya hampir sama, cuma ada tulisan kopi yang kecil di label botol. Ya emang salahku ga teliti. Kalo dah lapar atau haus, ketelitian kan bakal berkurang (cari pembenaran hihi).

Sudah selesai mainnya, kami ke arah bawah buat ikutan foto-foto selfie pinggir sungai. Di samping ada juga taman dan rumput, lengkap dengan aksesori rambu dilarang menginjak rumput. Dan ada satu lagi, buat yang ingin foto prewed, harap hubungi manajemen. Begitu katanya. Kalau buat selfie, silakan aja, asal jangan turun ke sungai :P

16 Jun 2014

Mengenal area Blok M Jakarta Selatan


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online


Teringat waktu pertama kali dating ke Jakarta tahun 2008 lalu, saat ingin jalan-jalan di Mall Blok M. Katanya disana banyak yang murah. Maka berangkatlah kami kesana, berdua saja sebelum kedua anak kami hadir menyemarakan kehidupan kami.

Saat itu, kami "tersesat" masuk ke Pasaraya Grande, masih di BLok M juga. Kami pikir saat itu, Mall Blok M adalah Pasaraya itu. Keliling punya keliling, melihat-lihat barang-barang disana, membuat kami menahan napas juga. Harganya bukan hanya sekedar puluhan ribu. Saat melihat sepatu saja, pas dibalik dan dilihat harganya, wow ... Rp. 600.000. Padahal model-nya tidak begitu bagus, menurut kami :D

Berkeliling dari satu tempat ke tempat lain di dalam Pasaraya ini membuat kami enggan melihat lebih jauh. Maklum, jauh di kantong :P
Paling banter, kami menyempatkan makan di Pizza Hut saja. Selesai itu pulang.

Semakin lama di Jakarta, semakin mengenal area Blok M. Ternyata disini banyak macamnya. Ada Blok M Mall, Blok M Square, Blok M Plaza. Dan tentu saja masih ada Pasaraya. Ternyata ... Blok m bukan hanya Pasaraya saja. Maklum lah ... orang udik pergi ke kota :D

Nah, buat yang baru ke Jakarta, apalagi di daerah Blok M, ini sekedar gambaran Mall-mall di blok M.

Di sebelah Utara, yaitu dekat dengan lapangan Bayangkara mabes, itu ada Blok M Mall. Tempatnya sudah lama berdiri. Disini banyak dagangan baju-baju, termasuk di dalamnya ada Robinson juga. Sayang di tempat ini banyak kios yang tutup. Secara interior, tempat ini selalu mendapat perawatan. Cat juga sering dirawat, jadi tidak kusam ataupun berjamur. Tapi mungkin karena pengunjungnya sedikit, jadi kurang ramai. 

Nah, untuk yang mau menggunakan Busway alias Transjakarta dari halte Blok M, Anda harus masuk ke Blok M ini lalu ke lantai bawah. Petunjuknya sudah ada, tapi jika masih bingung, tanyakan saja sama orang-orang disana. 

Dulu, sebelum tiba di Jakarta, banyak omongan kalau orang Jakarta sulit untuk ditanyai alamat. Itu juga yang menyebabkan aku jarang bertanya. Padahal sebenarnya tidak begitu juga. Abang-abang disini pasti menjawab dan menunjukkan arah dengan benar. Asal caranya saja yang tidak berlebihan.

Di sebelah Selatan, dengan hanya berjalan beberapa langkah saja, atau melalui jalan tembus dari Blok M Mall, kita bisa menuju yang namanya Blok M Square. Disini beraneka ragam pedagang barang dan jasa ada dengan harga yang cenderung "masuk akal". Tempat ini yang sekarang paling sering dikunjungi, karena variasi dagangannya, dari mulai bumbu dapur, warung makan, busana hingga elektronik termasuk di dalam ada Carrefour 2 lantai.

Di samping Blok M Square, di sebelah Barat, ada Pasaraya. Nah, buat yang mencari barang-barang hi class, bisa berkunjung kesini.

Di sebelah Timur, ada yang namanya Blok M Plasa. Tempatnya harus menyeberangi jalan dulu. Sudah disediakan jembatan penyeberangan orang yang menghubungkan Blok m Mall dengan Blok M Plasa. Di Blok M Plasa ini, terdapat tempat-tempat makan seperti Gokkana, Solaria dan banyak lagi dari Brand yang sudah banyak dikenal. Disini juga ada Matahari Dept Store, arena bermain dan Cinema. 

Kalau misalkan di Grade berdasarkan tingkat ekonomi pengunjung, bisa dibilang urutan bawah hingga ke tinggi yaitu Blok M Mall - Blok M Square - Blok M Plaza - Pasaraya. Nah, itu sedikit gambaran kemana kita akan pergi, disesuaikan dengan apa yang ada di dompet saat itu :D

Selain mall-mall di area ini, terdapat juga Taman untuk sekedar beristirahat dan berteduh dari pepohonan. Terminal Blok M sebagai penghubung ke tempat-tempat lain di Jakarta, dan juga tempat-tempat hiburan ada disini.

Tinggal dipilih saja mana yang bisa dikunjungi :)

Wisata Edukatif di Jakarta


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online

Untuk menempuh tempat ini, gampang saja. Letaknya bersebelahan dengan Monas. Tepatnya ada di jalan Medan Merdeka Barat, disamping Kementrian Pertahanan RI. Kita bisa menggunakan Busway dan turun di halte Monas. 
Buat yang dari luar Jakarta, pengunjung tinggal berpatokan pada Tugu Monas, ataupun Stasiun Kereta Gambir. Jaraknya tidak sebegitu jauh dari kedua tempat ini. 
Jika menggunakan mobil pribadi ataupun motor, Anda tinggal parkir kea rah bawah. Dari gerbang masuk, mengitari pintu masuk museum lalu masuk ke basemen. Disini tempat parkir lumayan luas. Jangan khawatir kesulitan parkir mobil, namanya juga museum … jadi jarang yang mau berkunjung, tidak seperti mall yang sulit untuk mendapatkan tempat parkir.

Sayangnya, dari tempat parkir mobil, tidak ada jalan khusus untuk langsung menuju museum. Kita harus jalan kaki ke arah darimana kita masuk tadi. Dan sekali lagi sangat disayangkan, tidak ada jalan khusus untuk pejalan kaki. Kita harus melewati jalan yang sama dengan jalan yang dilalui mobil. Untuk parkir mobil, kita tidak dipungut biaya sepeser pun.

Sebelum masuk ke dalam museum, kita diharuskan membeli tiket terlebih dahulu. Untuk dewasa harga tiketnya Rp. 5.000 sedangkan untuk anak harga tiketnya Rp. 2.000.
Memasuki area museum, sebenarnya museum ini terbagi 2. Jika kita berjalan lurus dari gerbang masuk, kita akan memasuki area arca-arca dan kebudayaan Indonesia lainnya. Jika kita mengambil kea rah kanan dari loket masuk, kita akan memasuki gedung yang berisikan mulai dari jaman prasejarah di lantai 1 hingga ke lantai paling atas mengenai koleksi emas.

Memasuki gedung lama, kita bisa melihat arca-arca peninggalan jaman kerajaan dulu. Patung Ganesha dengan posisi duduk seperti biasanya Ganesha “berfose”, menyambut kedatangan kita. Lalu di samping kiri dan kanan terdapat pula banyak arca-arca lainnya dengan ukuran yang beraneka ragam. Diakhiri dengan Patung Bhairawa Budha yang tingginya mungkin sekitar 3 meter lebih. Setelah dari ruangan ini, kita memasuki taman dengan banyak arca di kanan dan kiri. Ada pula beberapa arca di atas halaman rumput. 
Saat itu kami datang sekitar pukul setengah 4 sore. Walau begitu, jumlah pengunjung tidak sepi sekali. Hari minggu, museum tutup jam 17.00. Jadi masih ada waktu lumayan untuk berkeliling museum. Dan entah karena sudah sore atau memang sedang tutup, beberapa ruangan tidak bisa kami kunjungi, yang salah satunya ruangan terakota yang ingin kami lihat, ternyata tidak ada. Lihat di peta di samping loket, ada satu ruangan terakota, agak ke ujung bangunan di sebelah kiri. 

Sebagaimana kebanyakan museum, Museum Nasional ini juga berhawa sejuk dari pendingin ruangan. Jadi membuat pengunjung bisa betah di dalam ruangan sambil menikmati koleksi museum dan menambah pengetahuan kita. Di beberapa ruang pamer museum juga tersedia bangku-bangku panjang jika para pengunjung sedikit lelah berjalan-jalan. 
Menginjak gedung di sebelah kanan, di lantai 1 kita bisa melihat koleksi museum dengan tema pra sejarah. Mulai dari fosil gading gajah, tengkorak kepala manusia katai, rangka manusia di dalam kuburnya dan lain-lain. Untuk menuju lantai 2 dan seterusnya, tersedia escalator otomatis. 

Pada awalnya aku kira eskalatornya dalam keadaan mati. Tapi saat kita lewat di dekatnnya, escalator secara otomatis bergerak mengarahkan pengunjung untuk ke atas. 
Untuk lantai 2 dan seterusnya, tidak sempat kami kunjungi, karena waktu semakin mepet menuju jam tutup. Sampai akhirnya kami duduk-duduk di lantai di ruangan penghubung antara gedung kiri dan kanan. Ruang penghubung ini berdinding kaca jadi kita bisa melihat ke arah Monas, melihat lalu lalang Bus Transjakarta ataupun Bus Wisata 2 tingkat yang hilir mudik mengangkut warga yang ingin melihat Jakarta. Atau sekedar melihat pengunjung lain berfoto-foto di depan Gedung Museum Nasional.

Masalah kebersihan, Museum Nasional bisa dibilang sangat bersih. Tentu kita akan malu karena gedung ini kan termasuk aset Nasional yang juga patut kita banggakan. 

Tertarik mengunjungi Museum Nasional ini sebagai sarana wisata edukatif ?

12 May 2014

Resto Pesona Ilalang, makan santai menuju Puncak Cianjur


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online

Perjalanan menuju Cianjur kali ini, kami sempatkan untuk mencoba tempat bernama Pesona Ilalang. Tadinya akan kembali ke Cimory Mountain View sambil membiarkan kedua bocah bermain-main. Tapi akhirnya batal karena ingin mencoba tempat yang lain. 

Lokasi tempat ini tidak jauh  dari KFC ataupun Resto Dulang. Ada di sekitaran Kampung Arab. Beralamat di jalan Raya Puncak KM 83,5.

Lihat Peta Lebih Besar
Posisi GPS: ( -6,68578º, 106.95571º )
S 6,68578º
T 106,95571º

Yang membuat kami ingin mencoba ke tempat ini adalah karena setiap pulang dari Cianjur menuju Jakarta, kami melihat spanduk besar terpajang di depan resto ini dan ada petunjuk Playground tersedia di dalam. Ya, apalagi kalau salah satu fasilitas yang harus ada, Playground. Jadinya, perjalanan menuju Cianjur, mobil kami belokkan terlebih dahulu ke seberang menuju resto Pesona Ilalang. 

Kondisi saat itu, bukan hari libur ataupun weekend. Jam menunjukkan sekitar pukul 11 pagi. Hanya ada satu mobil yang sudah parkir. Beberapa "slot" parkir masih tersedia, cukup untuk sekitar 5 atau 6 mobil dalam satu baris. Mungkin 10 - 12 mobil bisa masuk ke area parkir, dengan menutupi mobil baris depannya :P

Memasuki area ini, kami memilih lebih masuk ke dalam. Menuruni tangga dan tiba di beberapa area makan bertipe saung bersekat. Ada pula saung lesehan dengan sekitarnya kolam ikan, tapi tentu saja kami hindari daripada si kecil ribut ingin bermain air dan melihat ikannya. Kami lebih memilih saung (gazebo ?) di depan area bermain.

Arena bermain untuk anak kecil, sayang perosotannya kotor dari pasir

Nampang dulu .....
Di area bermain ini tersedia perosotan dan jembatan, dengan di sekitarnya berupa tebaran pasir halus. Walau sepelan apa kita melangkah, pasirnya bisa masuk ke dalam sandal kita. Tapi disana sudah disediakan pula keran-keran untuk mencuci kaki kita yang berpasir.

Selain area bermain, ada pula kolam ikan dengan taman dan pijakan-pijakan batu bulat yang tentu saja membuat Nefertiti senang bermain di atasnya. Ikan-ikan di kolam yang kelaparan seperti tahu akan kedatangan kami dan berkumpul untuk meminta makan. Sayangnya kami tidak punya makanan mereka. 

Tempat ini lumayan asri, dengan konsep taman dan lesehan ditambah suasana sejuk mendekati Puncak. Makanan yang ditawarkan pun cukup variatif, dengan menu utama yang tak jauh dari Gurame dan ikan mas. 
Tempat makan


Kolam dan taman

Ikan-ikan yang jumlahnya banyak dan "kelaparan"

Taman dan kolam dari sudut yang lain

Saat itu aku lebih memilih Ikan Mas Cobek dan Jeruk Hangat, sedangkan istriku memilih Bakmi Kuah dan Teh Botol. Teh Tawar gratis dan sudah disediakan tanpa perlu diminta lagi. Sambil menunggu pesanan kami tiba, anak-anak bermain di area permainan serta berkeliling melihat ikan-ikan. 

Menu yang kami pesan akhirnya tiba. Tidak terlalu cepat walaupun tidak sangat lama juga karena peyek yang kami makan belum habis sebungkus :D

Ikan mas cobek datang di hadapan. Ikan Mas yang lumayan besar, dimasak dengan cara dipanggang setelah sebelumnya dibelah dua memanjang dari kepala ke badan. Lalu diberi kuah kuning dan taburan bawang goreng serta irisan tomat.

Menu


Ikan Mas Cobek

Bakmi kuah tampil "sederhana" dengan rasa yang cukup unik. Kuahnya cenderung bening dengan pelengkap sayur, udang, bakso dan lain-lain. Karena hanya disediakan saus sambal saja, maka istriku meminta sambal cabe lain dan akhirnya dibawakan sambal rawit dadakan. Istriku cukup puas dengan rasa dari bakmi kuahnya. Bagaimana dengan ikan mas cobek yang aku pesan ?

Pertama yang aku coba adalah kuahnya. Hmmm yummy. Enak gurih kental. Ada rasa manis dan segar. Seperti kuah gulai kambing milik Bumi Aki, namun lebih kental, dan sedikit :(
Kemudian kucoba ikannya. Ikan mas nya masih segar, tidak bau tanah. Lalu panggangannya cukup, tidak memberi kesan gosong sehingga walaupun termakan, tidak memberikan rasa pahit. Cukup pas cara memanggangnya. Daging ikannya cenderung tawar karena kuah memang disiramkan begitu saja. Tapi dengan tawarnya rasa daging ikan mas, lebih membuat Ikan Mas Cobek lebih terasa enaknya.

Jeruk hangatnya pun datang sesuai dengan pesanan. Tidak terlalu banyak gula. Jadi lebih segar dan benar-benar hangat.

Nomor cantik 100.100

Mengenai Resto Pesona Ilalang :
- Tempat lesehan bersih
- Lingkungan hijau dan taman yang asri
- Menu cukup variatif
- Harga standar
- Ada Playground
- Parkir cukup luas

Kekurangan :
- Tidak ada Wifi
- Toilet kurang terawat dan kurang bersih

Lembang Kencana, sudah tak seperti dulu


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online

Salah satu tempat favorit kami semasa kuliah dulu adalah Lembang Kencana. Letaknya tak jauh sebelum pasar Lembang. Tempat untuk bersantai dan menikmati susu segar serta panganan lainnya. Tempatnya kami sukai karena luas, murah, makanannya enak dan nyaman.


Lihat Peta Lebih Besar
Koordinat GPS : -6.68578º, +106.95571º

Namun itu dulu. Terakhir kami kesana adalah awal Mei 2014, sekaligus "napak tilas" ke arah Lembang bersama kedua anak kami. Oya, disini pula menjadi salah satu tempat Nefertiti belajar berjalan. 

Memasuki area ini, kami bisa leluasa memarkirkan mobil. Apalagi saat itu adalah hari kerja, bukan hari libur ataupun sedang weekend. 

Spanduk menyambut kedatangan pengunjung
Biasanya, di jalan dari parkir menuju ke arah dalam, ada beberapa pedagang strawbery ataupun souvenir dengan beberapa angklung kecil yang selalu dimainkan oleh pedagangnya. Serasa di Tanah Parahyangan :D

Bagian depan Lembang Kencana
Namun saat itu sama sekali tidak ada pedagang. Toilet di sebelah kanan pun sudah tidak difungsikan lagi. Lebih jauh lagi, area lesehan sudah tidak digunakan. Jadi kami hanya bisa memesan makanan di area depan, dekat dengan kasir. 

Hal lain yang sudah berubah, kolam ikan sudah semakin dangkal. Ikan pun tidak bebas berenang. Dan sekarang sudah tidak ada lagi sapi, walau kandang sapi nya masih berdiri disana. Digantikan dengan domba sekitar 1 atau 2 ekor.

Menu pun semakin banyak yang dicoret. Ketan bakar dicoret. Ada beberapa lagi yang dicoret. Hanya tersedia susu segar dengan varian rasa, mulai dari plain hingga moca, panas ataupun dingin. Lalu ada Roti Panggang dengan variasi selai keju, coklat, strawberry dan lainnya. Lalu ada colenak, pisang keju, beberapa cemilan dan mungkin untuk menu utamanya hanya tersedia paduan nasi dan ayam goreng. Kurang variatif.

Saat itu kami pesan 2 susu panas (dan ternyata tidak panas sama sekali, hangat-hangat kuku), lalu colenak dan pisang keju saja. Plus 2 permen stik untuk 2 anakku. Harga susu per gelasnya 8 ribu, colenak 8 ribu dan pisang 10 ribu. Permen mungkin sekitar 7 ribu per permen nya. Kebetulan aku memesan susu coklat panas, dan ternyata mengecewakan. Sama sekali tidak panas, seperti ku bilang, hangat-hangat kuku. Dan bubuk coklat serta gula pasirnnya belum semuanya larut. Jadi masih kerasa berpasir.

Walau tempat ini memberi banyak kenangan, mengingat masa kuliah dengan kantong tipis tapi ingin bersantai dan bersantap yang lumayan enak, namun sepertinya itu akan segera ditinggalkan. Lembang Kencana kemungkinan sangat besar akan kami coret dari tujuan wiskul ke Lembang. Semakin lama fasilitas di tempat ini semakin berkurang, dan semakin tidak variatif dalam hal menu. Pun, permen susunya sudah tidak seenak dulu sewaktu masih kuliah. 

Tadinya mau lihat sapi, ternyata sudah tidak ada, jadi lihat bagian lesehan
Oya, kemana sebenarnya si Sapi ?
Setelah ditanyakan kepada pegawainya, sapi dipindahkan ke daerah Parongpong. Jadi si sapi tidak lagi menginap disana. 

Apakah keadaan weekend ataupun di hari libur, Lembang Kencana sama sepinya seperti pada kunjungan kami terakhir itu ?
Dan akhirnya membayar parkir keluar

Kuliner Jakarta Selatan, Let's Eat Food Garden


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online

Satu tempat yang baru muncul, letaknya tidak jauh dari Kebun Binatang Ragunan. Buat yang baru saja menikmati liburan berkeliling Ragunan, tak ada salahnya mengunjungi tempat ini. 

Dari arah Pintu Keluar Selatan Ragunan, atau jika Anda datang dari arah Cilandak menuju Jagakarsa, selepas komplek Polri, Anda tinggal belok kanan. Jalur ini searah dan nantinya tembus ke Pondok Labu atau kembali ke Cilandak. Nah di sebelah kiri, Anda akan menemui tempat jajanan bernama Let's Eat Food Garden. Beberapa meter sebelum Ladang Cofee.

Area parkir mobil dan motor serta tamannya

Untuk masuk area ini, pengunjung akan dikenakan biaya parkir sekali masuk. Motor 2 ribu dan mobil 3 ribu, dibayar dimuka tanpa hitungan jam. Tempat ini buka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. 
Ada beberapa konter makan disini. Layout-nya seperti pujasera pada umumnya. Deretan konter memanjang, dengan meja dan kursi di bagian depannya. Ada banyak konter dengan bermacam masakan disini. Mulai dari Soto Betawi, Bebek Panggang sampai dengan Es Krim juga ada. 


Deretan kursi bernuansa hijau 

Konter-konter beraneka sajian makanan dan minuman

Dan karena tempat ini mengusung tema terbuka, sehingga udara panas sangat terasa, maka pengelola tempat ini mengupayakan "mendinginkannya" dengan uap air. Dalam selang setiap beberapa menit sekali, dari pinggir ujung atap keluar "uap air" di sepanjang jalur atapnya. Cara ini lumayan untuk mendinginkan udara sekitar kursi dan meja. Ditambah dengan kipas angin di atas area makan.

Setelah melihat-lihat beberapa konter makan yang ada, kami memutuskan untuk mencoba bebek panggang dari Imperial Roasted Duck. Dan sesuai tema Duck nya, maka aku pilih Nasi Hainam Bebek Panggang. Walaupun berbagai macam menu masakan lainnya tersedia di konter ini. Entah saat itu sedang promo atau memang paketnya seperti itu, paket yang aku pilih sudah termasuk free Pucuk Harum botol ataupun air mineral 600 ml. Harga paket Nasi Hainam Bebek Panggang seharga 40 ribu rupiah "saja". Dan dibayar dimuka.

Aku pun bersiap membayar di depan meja kasir di sebelah nya. Eh ternyata, itu bukan kasir dari si Bebek, tapi kasir konter nya Desert. Ternyata beda konter alias beda pengelola :D

Usut punya usut, setelah dilihat dengan seksama, para pegawai dari masing-masing konter, walau berbeda kepemilikan dan berbeda menu yang ditawarkan, mereka menggunakan baju yang sama. Baju merah dengan tulisan Let's Eat. Berbeda dengan jenis Pujasera yang antara satu konter dengan konter yang lain menggunakan seragamnya masing-masing.

Pesanan kami tidak terlalu lama. Nasi Hainam dengan bebek panggang yang sudah dipotong tipis dan rapi telah hadir di meja kami. Lengkap dengan acar, sambal dan kuah bening bertabur irisan daun bawang. Langsung kami santap.

Nasi-nya, enak menurutku. Ada bau-bau serai, berlemak dan wangi. Bebeknya cukup lembut, tidak perlu upaya ekstra untuk mengunyahnya. Dengan penyajian yang sudah terpotong dengan bentuk irisan kecil, memudahkan untuk disantap. Dan acarnya, acar mentimunnya cukup enak. Daging mentimunnya terlihat agak layu dan menguning sehingga rasa asam yang menyegarkan jadi lebih terasa. Secara umum, paket yang aku pilih enaknya di atas rata-rata. 

Setelah habis makanan yang kami pesan, tibalah saatnya untuk mengasuh kedua bocah kami. Di ujung tempat makan ada satu area Play Land untuk anak-anak. Dan saat itu keadaan tempat permainannya dalam kondisi kosong.

Sarana bermain untuk anak 2 s.d. 12 tahun

Awalnya kupikir untuk masuk area bermain ini diharuskan bayar. Ternyata fasilitas ini Gratis. Dan kedua anak kami pun langsung masuk dan berteriak-teriak kegirangan. Apalagi si sulung Nefertiti, setelah ada dua anak wanita seumurannya, bermain bersama dengannya. 

Fasilitas tempat bermain ini disediakan untuk anak usia 2 hingga 12 tahun. Tidak ada pengawas, yang mengawasi adalah pengasuh ataupun orang tua masing-masing anak. Namanya juga gratis. 

Di tempat ini sudah disiapkan beberapa tempat ATM, walaupun satupun belum terisi. Jadi siapkan uang tunai dari rumah. Beberapa konter masih kosong, sekitar 3 atau 4 konter.

Fasilitas dari Let's Eat Food Garden ini :
- Live Music
- Wastafel
- Tempat bermain anak
- Taman
- Parkir mobil dan motor lumayan cukup luas
- Mushola

Minus :
- Tempatnya lumayan panas
- Tidak tersedia Wifi
- Belum ada ATM
- Letaknya tepat di bawah jaringan SUTET

Hotel Asri Tasikmalaya


Tugas kantor kali ini membawaku jauh ke arah Timur dari Jakarta. Perjalanan menuju kota Santri, Tasikmalaya.

Perjalanan menempuh waktu sekitar 6 jam, dengan beberapa kali istirahat di rest area. Sekedar ngopi ataupun makan. Hingga kemudian kami tiba di Tasik sekitar pukul 3 sore. Kami menuju Hotel Asri. 

Ini adalah kunjungan pertamaku ke kota Tasik bagian Kota-nya. Jadi aku pun tidak tahu kondisi dan tata letak kotanya. Tapi yang jelas, kota Tasik berbeda dari perkiraanku sebelumnya. Disini sudah banyak tersedia hotel, dengan fasilitas yang lumayan. Juga beberapa tempat makan dan lingkungan yang cukup ramai. Dan menurutku, kota Tasik ini jauh lebih maju dari kota Karawang. Menurutku.

Karena saat di Karawang, sangat sulit mendapatkan hotel di Karawang, sedangkan di Tasik, di sepanjang jalan juga tersedia banyak Hotel. Juga beberapa pusat perbelanjaan. 

Salah satu hotel yang akhirnya menjadi tempat menginap kami adalah Hotel Asri. Hotel ini ada di lingkungan Asia Plaza. Dan letak persisnya, kita bisa masuk ke Asia Plaza, lalu naik ke lantai 2. Disana letaknya Hotel Asri.

Pintu masuk Hotel

Buat sekedar belanja, makan ataupun window shopping, setelah cukup istirahat, kita bisa turun menggunakan lift ataupun eskalator ke lantai bawahnya. Mulai dari baju hingga kuliner lengkap tersedia. Kafe Kopi, Pizza Hut, Bread Talk, pujasera dan lain-lain sudah tersedia disini. Gramedia, Asia Swalayan juga ada. Lengkap, tinggal beli kebutuhan cemilan untuk di Hotel. Fasilitas Cinema 21 juga ada di sekitar Hotel masih dalam lingkup Asia Plaza ini. Saat itu semua studio 21 menayangkan film Indonesia.

Belanja buku di lantai bawah Hotel (Asia Plaza)

Untuk menuju Hotel Asri menggunakan mobil, kita harus berputar-putar terlebih dahulu. Mungkin jika tidak dipandu, kami juga akan cukup kesulitan. Kita seperti mengitari bagian belakang Asia Plaza, lalu melewati Masjid dan kemudian masuk ke area parkir yang kosong untuk selanjutnya naik ke lantai atas. Untuk menuju lantai atasnya itu, beberapa tikungan tajam (sambil menanjak) harus diwaspadai, apalagi sebelah kiri mobil adalah bagian luar gedung.

Tempat parkir Hotel Asri cukup luas. Saat kita memasuki Lobby Hotel, kita memasuki Lobby yang luas dengan beberapa kelompok kursi - meja. Di sebelah kanan pintu masuk, ada sebuah Aquarium besar panjang berisi ikan laut yang sedap di pandang mata, lengkap dengan koral-koralnya. Juga ada si Nemo disana yang sedang bermain petak umpet.

Lobi Hotel

Tarif kamar Hotel

Saat itu, aku kebagian kamar di lantai 2 sebelah kiri walaupun nomornya dimulai dari 3XX yang aku pikir itu ada di lantai 3. Dan jaraknya dari Lobby, lumayan jauh. Kita melewati tempat berenang, koridor panjang lalu naik ke lantai 2.

Pemandangan dari lantai 2 yang aku tempati, kurang begitu maksimal. Maksudku, kami hanya bisa melihat taman di bawah, lalu ada semacam kubah kaca dari Asia Plaza. Dan selebihnya tembok. Tapi suasana kamarnya lumayan nyaman. 
Taman

Pemandangan depan kamar (diambil dengan kamera HP mode Panorama)

Lampu-lampu kamarnya temaram, memberi kesan santai dan rileks. Sebuah TV Flat berukuran sekitar 32" dengan pilihan channel lokal dan HBO juga ada. Lemari besar di ujung kamar depan Kamar Kecil, dan juga beberapa laci di meja. Satu set Teko pemanas air dan air mineral dengan beberapa sachet teh, gula dan kopi, tersedia di meja. Kasur yang terbungkus rapi, dengan bantal dan lampu tidur kuning temaram sudah menanti untuk ditiduri.

Suasana kamar

Welcome drink ?

Fasilitas Hotel Asri :
- Air hangat
- Handuk (diganti setiap hari)
- perlengkapan mandi (sabun, sampo, body lotion, conditioner, sikat gigi dan pasta, cotton bud, shower cup)
- Pool
- Free Newspaper
- AC (tapi kamar kami, AC nya kurang dingin)
- Wifi

Free breakfast

Pool, tidak buka 24 jam


Voucher menginap gratis di Hawaii Anyer Resort


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online 

Saat itu sekitar jam 10 pagi, aku sedang menikmati "sarapan pagi". Sebuah panggilan di handphone dari nomor lokal Jakarta. Saat ku angkat, seseorang mengaku bernama Jesika, menanyakan "apakah betul ini dengan Bpk X ?" Iya, jawabku, walaupun dia salah menyebutkan nama akhir-ku. 

Dan dengan panjang lebar, wanita di seberang sana mengatakan bahwa aku, bersama keluarga lainnya, mendapatkan voucher menginap 3 hari 2 malam dari Hawai Anyer. Aku tanyakan, dapat data dari mana sedangkan aku sendiri tidak pernah apply ataupun mengikuti undian gratis menginap ? Dia mengatakan bahwa namaku terpilih secara acak karena dari pembelanjaan di Carefour, Hypermart dan lain-lain (dia menyebutkan beberapa Dept Store terkenal lainnya).

Hari gini, ada yang memberi voucher menginap gratis ? Siapa yang tidak curiga. Tapi aku ikuti saja. Ini benar-benar gratis ? Jangan-jangan sudah menginap ujung-ujungnya harus bayar sekian rupiah ? Begitu tanyaku untuk memperjelas. 

Iya, jawabnya. Kecuali untuk makan, minum dan biaya perjalanan menuju ke tempat tersebut. Selebihnya free. Karena tempatnya baru dibuka, dan aku dinyatakan dapat menginap gratis, dengan harapan setelah menginap, nanti bisa memberikan kesan dan menceritakan lebih lanjut ke orang lain. 

Ok, cukup masuk akal, walaupun masih mengganjal, bagaimana dia bisa mengatakan dapat data namaku dari belanja di Supermarket, sedangkan aku tidak pernah belanja dengan menggesek Kartu kredit, atau mengisi data konsumen di Supermarket-supermarket. Entah bagaimana caranya, tapi, Telemarketing sekarang kan punya banyak jutaan akal untuk mendapatkan data. Atau, mungkin dari salah satu situs Online Shop -ku, aku pikir begitu. 

Setelah lama tanya jawab di handphone (dan aku masih meragukannya), ingat, "No Free Lunch". Akhirnya kita tiba pada satu kesepakatan. Aku dimintakan untuk mengambil vouchernya di Blok M Plaza. Kebetulan hari Kamis sedang ada presentasi disana, dan aku dimintakan untuk datang mengikuti presentasi. Dan yang cukup membuatku berat, presentasinya harus diikuti berdua dengan istriku. Jam 6 sore. Berapa lama presentasinya ? 90 menit, kata si Miss Jesica itu. 

90 menit, dari jam 6 sore. Bagaimana dengan kedua anakku ? Siapa yang jaga? Dikira aku punya babysitter apa ?

Nah, muncul lagi pertanyaan-pertanyaan yang membuat ragu. Mau dapat voucher saja kenapa sampai belibet begini ? Harus mengikuti presentasi dulu, bahkan sampai 90 menit. Saat aku tanya kenapa lama, jawabnya itu kan nanti dijelaskan tatacara pergi dan aturan disana. Membuat semakin aneh. Pikiranku, ini sudah semacam MLM saja, ujung-ujungnya di akhir presentasi, jadi member dulu dengan pembelian sekian rupiah. Kalau tidak, buat apa presentasi 90 menit hanya untuk dapat voucher gratis, yang bahkan aku pun sebenarnya ditawarkan (diberi gratis), bukan aku yang apply. 

Pikiran simpel-ku, kalau memang gratis, (dan dia menyebut tidak ada syarat apapun), ya kenapa tidak langsung kirim saja ke alamat, lengkap dengan lampiran aturan dan tata cara menginap gratis itu. Kan beres. Tidak harus mengikuti presentasi yang lama.

Hingga akhirnya, aku kembali bertanya pada Mbah Gugel. Dan voila ...

Sudah banyak juga yang membahas tentang masalah ini. Dan benar bahwa voucher ini tidak benar-benar gratis. Penawaran voucher menginap gratis di hawai Anyer resort ternyata ada embel-embelnya. Entah ini benar atau tidak, ini hanya sebatas yang aku baca dari blog yang lain (silahkan gugel sendiri). Jadi dikatakan kita harus ikut presentasi dan bahkan ada yang presentasi hingga lebih dari 90 menit. Ujung-ujungnya, ikut program member dengan menggesek Kartu Kredit.

Ada juga yang mengikuti presentasi tapi tidak sampai tuntas (karena "beruntungnya" dia membawa anak kecil yang terus menangis) dan akhirnya dia diberi voucher gratis. Benar-benar gratis menginap. Tapi diberi dengan raut muka panitia-nya yang agak cemberut, katanya.

Ada pula yang mengikuti presentasi hingga tuntas, namun tidak mau jadi member, dan tetap diberi voucher gratis. Entah benar atau tidak. Yang jelas, aku sendiri tidak mau mengikuti presentasi "tidak jelas" seperti itu. Kenapa tidak jelas ? Tentu saja karena pertama, aku ditawari voucher gratis. Bukan aku apply. Kedua, lama waktu presentasi yang terlalu ... wasting.

Siapa orangnya yang tidak mau gratis. Aku pun begitu. Tapi, setidaknya kita kan harus waspada. Jangan sampai karena ingin gratis, kita malah keluar uang banyak. Ada baiknya waspada dan tidak terlena bujuk rayu orang, apalagi dia datang secara tiba-tiba. Mungkin Anda mau mencoba mendapatkan voucher gratis, dengan terlebih dahulu mengikuti presentasi mereka. Lumayan, 3 hari 2 malam. Atau bisa saja Anda abaikan panggilan mereka. It's up to you. Search it and read for another review. Do your best.

21 Apr 2014

Long weekend, menikmati liburan di Jakarta, hari ketiga


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online

Long weekend hari ketiga, 20 april 2014, hari Minggu.

Kali ini perjalanan liburan tidak jauh-jauh dari rumah. Sekedar untuk makan siang di Mal dekat dengan rumah, Mal Cilandak.

Pada awalnya, aku sempat ragu pergi ke arah Cilandak, karena biasanya akan macet di akhir liburan karena banyaknya pengunjung ke arah Kebun Binatang Ragunan. Tapi ternyata perkiraan tadi meleset. Jalan menuju Mal Cilandak sangat lancar.

Tujuan kali ini ke Cilandak adalah untuk mencicipi sushi. Tempatnya di Ichiban Sushi. Gampang dicari, dari pintu masuk utama, tinggal ambil ke sisi kiri. Di depan eskalator ada Ichiban Sushi. Atau ada juga pintu masuk langsung dari arah depan, di sampingnya pintu utama.

Sekedar info, di Cilandak ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tempat makannya sudah lumayan bervariasi dan enak. Dulu hanya ada McD, KFC ataupun Dundo, dan baru tahun terakhir kemarin sudah ada Gokana, Platinum, Bread Talk dan macam-macam termasuk buat menikmati Kopi juga ada tempat yang nyaman.

Kembali ke Ichiban Sushi, saat kami masuk kesana, kami disambut dengan ramah oleh karyawannya. Setelah kami mencari tempat duduk, kami disodori 2 menu. Dengan sabar si mba-nya menunggu pesanan kami. Dan dengan ramah pula, merekomendasikan menu yang enak. Aku pun tak sungkan menanyakan mana yang matang dan mana yang mentah. Maklum lah, ini adalah "percobaan" kedua untuk makan Sushi. Jadi masih bingung dengan menu dan juga harus bersiap dengan rasa dan sushi-nya itu sendiri.


Ichiban Sushi Cilandak


Kali ini aku memesan Shrimp Tempura Roll. Jenis Authentic Roll yang matang, dan merupakan salah satu menu yang direkomendasikan. Sedangkan istri lebih memilih Sake Sakura. Minuman ? Kami memilih Teh Ocha dingin refill sedangkan anakku dibelikan Milo kesukaannya.

Aku pikir setelah pesan, sushi akan langsung datang. Ternyata, ada "waktu" tunggu yang lumayan untuk setiap menu-nya. Aku tidak tahu apakah dibuat dulu (=dimasak ?) atau sedang diapakan dulu. Yang pertama datang ternyata Sake Sakura. Istri dan Nefertiti memakan dengan lahap. Katanya sih enak. Awalnya, anakku Nefertiti seperti merasakan aneh saat salmon-nya masuk mulut. Tapi setelah disuruh coba makan, akhirnya Nefertiti malah ketagihan, pun dengan istriku. Sekedar info, Sake Sakura itu menurut di menu, adalah Salmon dengan mayonaise dan black sesame dengan nasi di dalam lingkaran salmonnya. Harganya sekitar 25 - 28 ribu, 2 buah.


Sake Sakura


Pesananku datang tak lama setelah Sake Sakura datang. 4 potong Sushi (matang) dengan serutan wortel. Sempat ragu juga apakah bakal enak ? Apakah aku bakal muntah ? Karena terus terang, aku kurang suka bau amis ikan, dan jika makan ikan dan tercium bau ikan, aku bisa mual.

Tapi ternyata rekomendasi mereka untukku tidak salah. Setelah dicoba, Shrimp Tempura Roll nya enak, setidaknya, inilah Sushi yang aku suka :D
Rasanya memang tidak familiar di lidah, tapi aku tidak muntah. Keterlaluan saja kalau sampai muntah, padahal kan sushi jenis ini sushi matang. Memakannya dengan ditambah Shoyu, membuat lebih mantap. Yang membuatku kesulitan adalah cara makannya. Katanya makan Sushi harus sekali makan. Aku coba sekali makan, hap, langsung masuk ke mulut, dan akibatnya mulutku penuh dengan potongan sushi. Kedua pipi menjadi gembung dan sedikit kesulitan dalam mengunyah. Walaupun akhirnya habis juga.

Potongan kedua, aku coba dengan memakannya dua kali gigitan. Tapi ternyata sulit juga, karena sisa gigitan menjadi sedikit berantakan dan akhirnya benar-benar berantakan di piringnya. Jadi sepertinya lebih enak dimakan langsung satu kali hap saja.

Setelah habis, istriku ternyata ingin mencoba lagi jenis yang lain. Dan akhirnya memilih Tako Sashimi. Apa itu Tako Sashimi ? Itu Gurita yang di Sashimi, makan mentah. Dan untuk menu yang satu ini, kami juga harus menunggu beberapa saat hingga hidangan itu tersaji di meja. Tako Sashimi, 3 irisan Tako berwarna ungu dengan daging putihnya.

Kembali lagi, awalnya aku ragu memakan Tako Sashimi ini. Istriku yang ngiler. Setelah melihat dia memakannya dan mengatakan enak, maka akupun memberanikan diri mencicipinya. Aku lebih memilih menggunakan tangan dibandingkan menggunakan sumpit untuk makan Tako ini. Tapi tak lupa aku tambahkan Wasabi di tako-nya. Ingat, jangan terlalu banyak, karena cukup pedas dan rasanya aneh :P

Pertama gigit, kunyah, ternyata enak juga. Kenyal, tidak bau anyir ataupun amis. Cukup enak hingga irisan tako itu habis dengan variasi Shoyu ataupun Wasabi. Satu irisan habis olehku, satu oleh istriku dan satu oleh anakku.

Hahaha ... mungkin aku memang kampungan terhadap makanan yang satu ini. Entah pengunjung lain melihatnya seperti apa. Tapi, keingintahuan dan rasa penasaran terhadap sushi, membuatku mencari dan mencoba lagi. Dan sebelum pulang, kami membungkus Sake Sashimi, alias Si Salmon yang di Sashimi untuk kami makan di rumah.

Singkat kata, saat malam, kami baru membuka Sake Sashimi yang tadi siang dibeli. Oya, Sake Sashimi dibungkus dan diberi es batu diatasnya agar tetap segar. Saat tiba di rumah pun, langsung masuk kulkas sehingga tetap terjaga kesegarannya. Tiba saat mencicipinya, istriku sudah menyiapkannya lengkap dengan Shoyu, wasabi dan serbuk cabe-nya.


Sake Sashimi


Pertama makan, (setelah melihat istriku memakannya), aku coba potong dulu sedikit. Lalu memberi perasan jeruk lemon, lalu cocol serbuk cabe dan terakhir celup Shoyu. Terakhir, hap langsung dimakan. Rasanya ... aneh. Salmon-nya tidak terasa anyir, tidak bau amis, dingin dan cenderung tawar. Hanya ada rasa dari Shoyu serta bubuk cabe. Potongan kedua, aku kasih Wasabi di atasnya. Lumayan enak. Lama-lama, wasabinya enak juga. Bau-nya sebenarnya aneh, pedas, pokonya aneh.

Setelah "istirahat" sejenak, aku tidak bisa melanjutkan lagi memakannya. "Rasa" yang keluar dari dalam perut kembali ke mulut, membuat sedikit mual. Tercium bau ikan, walaupun sebenarnya "rasa" seperti itu juga sering tercium saat makan ikan goreng. Tapi, image mentah masih sangat melekat, walaupun sebenarnya cukup enak juga. Potongan terakhir sari salmon tersebut akhirnya dihabiskan oleh istriku juga.

Dan ... berakhir pula long weekend di Jakarta. Menikmati jalanan Jakarta, jajan di Jakarta dan juga menghabiskan uang di Jakarta :(

Untuk menu tadi,
Shrimp Tempura Roll, Sake Sakura, Tako Sashimi, Sake Sashimi, 2 Ocha dingin dan 1 gelas Milo, harus ditukar dengan sejumlah uang sebesar 170 ribu. Tapi puas. Rasa, pelayanan, keramahan, kesegaran, cukup sesuai dengan harga tersebut.

PS : Pelayannya masih bisa bersikap ramah dan full smiling walaupun anakku Nefertiti menumpahkan hampir 3/4 isi gelas Milo-nya membasahi meja, lantai serta celana ibunya

20 Apr 2014

Long weekend, menikmati liburan di Jakarta, hari kedua, bagian kedua


Kerja di Rumah dpt 2 juta        Omset Ratusan Juta dari Toko Online

Setelah sebelumnya gagal makan di resto Godong Ijo, kami meneruskan perjalanan untuk makan siang di tempat lain.

Saat memasuki tempat ini, sudah beberapa mobil terparkir rapi. Lesehan pun banyak ditempati. Dan kebetulan ada yang kosong, namun masih berantakan. Sisa piring kotor masih belum dibereskan. Entah kurang sigap atau memang karyawannya yang sedikit.

Tempat makan berupa lesehan

Tunggu punya tunggu, tidak ada pelayan satupun yang datang menghampiri. Lama juga duduk menunggu, sekalian mengawasi anak-anak bermain ayunan. Akhirnya aku ke area depan, menghampiri salah satu pelayan pria nya. "Mas itu tolong saya mau di lesehan di sana" kataku pada pelayannya. "Oh ... tapi itu belum dibereskan ..."

Maksudnya gimana ya? Apa aku yang harus membereskannya sendiri.

Akhirnya menunggu lagi, tapi piring kotor belum juga dibereskan. Sampai kembali aku ke area depan, kali ini bertemu dengan si teteh nya. Mungkin dia lebih punya power. Kali ini aku minta dia, bahwa kita mau di lesehan tapi itu masih kotor. Dan si Teteh kemudian menyuruh pelayan pria lainnya untuk segera membereskan meja nya. ARgfsdgkjshva .... sempat kesel juga, tapi melihat anak-anak yang cuek main, ya sudah dibiarkan saja.

Menu sudah dipesan, 2 pecak ikan mas bakar, 1 sop iga, 3 nasi plus lalap dan sambal. Teh botol 2 sebagai pelengkap.

Menu yang kami pesan ternyata tidak perlu ditunggu lama. Sop Iga datang lebih cepat, disusul pecak. 2 piring pecak ikan mas bakar. Nasi hangat dan lalap serta sambal. Sayangnya, lalapan hanya dua jenis, mentimun dan daun pohpohan, itupun daunnya sudah layu, tidak segar. Padahal sambalnya bikin segar, sayang tidak ditunjang oleh kesegaran lalapnya.

Tapi yang paling membuat segar saat itu, pecak-nya. Muantap segar di saat suasana sedang lumayan terik. Pertama yang dicicipi jelas kuahnya. Segar. Ada asemnya, sedikit asin, agak pedas pokonya bercampur aduk memberi kesegaran yang pas. Ikan mas nya juga masih segar. Matang dengan cara dibakar. Tapi sepertinya cara membakarnya dengan api besar, jadi kulit ikannya cenderung gosong. Dan gosongnya ini memberi efek pahit karena terlarut dengan kuah pecaknya. Tapi kesegaran daging ikan mas cukup terjaga. Tanpa banyak bumbu, daging ikannya lebih terasa. Hati-hati dengan duri-duri lunaknya, karena ikan mas memang tidak di presto :P

Pecak Ikan Mas
Selesai makan, dengan tangan masih bergerilya menahan keinginan si kecil mondar-mandir di tempat ini, ada satu kejadian yang cukup mengganggu. Di ujung tempat lesehan, saat si kecil berjalan kesana, dia terperosok disana. Ternyata, kayu lantai lesehan sudah bolong, dan tidak terlihat karena tertutup tikar. Aku sempat khawatir karena kayu pecahannya terlihat tajam. Langsung kulihat kaki anakku, tapi dia sepertinya tidak terluka. Hanya kaget karena kakinya jatuh terperosok. Mudah-mudahan pengunjung yang lainnya tidak mengalami hal ini.

Selepas kenyang dengan makanan disini, akhirnya perjalanan liburan hari kedua berakhir dan kami melanjutkan perjalanan pulang melalui jalan Meruyung Limo, melewati Masjid Kubah Mas hingga akhirnya tiba di rumah dengan selamat walaupun di perjalanan diguyur hujan sangat lebat.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls