16 Sept 2012

Tenderloin Steak Rollies (Cwi Mie Malang) di Karang Tengah



Karena siang itu anakku mau makan mie, maka kami putuskan makan siang di Cwi Mie Malang, Karang Tengah. Tempatnya dekat dengan Country Steak. Waktu datang, sekitar setengah 12, kondisi masih kosong belum ada tamu satupun. Parkiran mobil masih kosong. Aku parkirkan motor di tempat teduh. Menghindari panasnya Jakarta yang menyengat.

Untuk anakku, langsung pesan Cwie Mie Malang (19 ribu), plus air mineral dingin (6 ribu) kesukaannya. Aku yang sudah lama ingin mencoba steak Rollies, langsung pesan Tenderloin Steak (72,5 ribu). Beda dikit dengan Sirloin (sekitar 68 ribuan). Mahal, tapi ingin coba. Dilihat di gambarnya sih menggugah selera. Plus minumnya kali ini teh botol sosro saja (6 ribu). Istriku mau coba Shasilk (kaya campuran sosis, daging dll), tapi sedang kosong. Akhirnya pesan Nasi Lada Hitam (35 ribu) dan teh botol (6 ribu).

Pertama datang, Cwi Mie. Entah karena anakku masih kurang fit atau bagaimana, Mie-nya hanya dimakan sedikit. Tak lama datang pula Tenderloin.
Langsung merasa kurang puas melihat ukuran steak yang kecil. Tak sebesar yang di gambarnya :D
Kecil, dan sedikit tipis. Kuah BBQ di atas steak, lumayan lah, agak banyak dibanding kuahnya Abuba Steak. Dagingnya well done, lumayan empuk. Tapi rasanya ... kalo mungkin dinilai, ... tidak bisa dinilai. Entah aku yang salah atau tidak, pas merasakan steak-nya dari potongan pertama hingga potongan daging terakhir, ada seperti rasa minyak tanah. Pernah merasakan daging yang dibakar di atas kompor minyak tanah ? Atau memanggang daging di atas arang, yang mana arangnya dinyalakan dengan menyiramkan minyak tanah? Masih terasa minyak tanahnya kan?

Seperti itu pula rasanya. Tapi berhubung sangat lapar, apalagi baru selesai latihan, ya dihabiskan juga. Terlebih mengingat harganya yang cukup mahal. Mahal sih lebih tepatnya.
Lalu, sayurannya (buncis, wortel, jagung) disajikan dengan cara ditumis (jadi ada rasa minyak goreng dan ada bawang bombay-nya). Plus ada tomat (sepotong) yang digoreng. Ditambah sajian French Fries (French Fries-nya ditambahi garam !) jadinya berasa asin :(

72 ribu untuk Tenderloin yang katanya Real Steak, haduh ... sepertinya aku kecewa berat. Tidak sesuai harga. Lebih murah Country Steak. Atau, dengan harga segitu, mending pergi ke Steak 21 saja. Lebih mantap.
Tapi ya karena penasaran dari dulu, harus dicoba. Walaupun akhirnya tak ingin mencoba lagi.

Bagaimana dengan Nasi Lada Hitamnya ? Kalau menurut istriku, enak. Tapi mending pesan di Solaria saja, rasa ga terlalu beda tapi harganya lebih murah (20 ribuan) :D

Namanya juga lidah orang, tentu saja rasa makanan akan berbeda. Dan saat meninggalkan tempat ini, ada 3 meja yang terisi. Mungkin mereka juga sama ingin mencicipi makan siang di tempat ini,

13 Sept 2012

Gule Kepala Ikan Mas Agus


Ternyata, tak jauh dari rumah, ada tempat yang enak untuk dikunjungi. Namanya Gule Kepala Ikan, Mas Agus.
Tadinya kirain Gule kepala ikan mas, ternyata ga ada ikan mas ... salah baca.

Tempatnya enak, bertema garden, outdoor, tapi lumayan teduh. Lokasinya di jalan Lebak bulus 1. Kalau dari arah Fatmawati - Simatupang, nanti jalan yang ke arah Pondok Labu. Belok kanan ke jalan ini. Biasanya ada mobil/motor belok masuk jalan ini (dan kadang sering bikin macet).

Ada kolam ikan (tapi bukan ikan yang mau di gule hehe). Di sebelahnya ada toko kue. Jadi bisa jajan roti atau kue juga.

Berhubung kemarin datang ke tempat ini menjelang maghrib, jadi mo foto-foto juga hasilnya bakal mengecewakan. Ini aku pinjam dari http://www.jajalable.com/2012/08/gule-kepala-ikan-mas-agus.html
Wuih ... buat yang suka mengotori tangan, ini dia makanan paling mantap. Kalau pakai sendok dan garpu, sepertinya kenikmatan akan berkurang. Makanya, di buku menu disediakan "tata cara" menikmati gule kepala ikan ini, diantaranya 
- cuci tangan sebelum makan
- jangan lupa berdoa
- singsingkan lengan baju
- dll (lupa nih)

Harga sepiring gule kepala ikan kakap utuh cukup murah, 20 ribu. Yang lainnya ya berkisar di harga itu. Ga mahal-mahal. Plus nasi seporsi 4000-an.

Yang bikin kurang nyaman sebenarnya karena banyak nyamuk. Mungkin gara-gara menjelang malam. Entah kalau datangnya siang, apa nyamuk akan sebanyak itu.
Selain ikan kakap, tersedia juga olahan ikan patin. Baik ikan kakap ataupun patin, bisa dinikmati sebagai gule dan juga sebagai tom yam. Tinggal pilih mana yang suka.

17 Aug 2012

Kuli bangunan hormat bendera, kenapa ditertawakan



Coba simak berita ini (http://surabaya.okezone.com/read/2012/08/17/521/679189/kuli-bangunan-hormat-bendera-di-menara-ditertawakan)
JOMBANG - Seorang buruh bangunan yang sedang bekerja di atas menara setinggi 50 meter spontan menghentikan pekerjaannya dan memberi hormat saat Bendera Merah Putih dikibarkan. Sayangnya, aksi kuli bangunan itu justru ditertawakan peserta upacara HUT ke-67 RI di Alun-Alun kota Jombang, Jawa Timur. Upacara tingkat kabupaten itu diikuti ribuan peserta. Upacara dimulai sejak pukul 09.00 WIB.
Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, bersamaan dengan pengibaran bendera, seorang buruh bangunan berdiri dan hormat bendera.
Posisi menara tepat di depan peserta upacara. Kontan saja aksi buruh bertelanjang dada itu membuat para peserta upacara, yang dipimpin Bupati Jombang, Suyanto, tertawa terpingkal-pingkal.
Entah apa maksud peserta upacara menertawakan aksi pekerja yang tengah menyelesaikan pengerjaan menara masjid itu, namun bagi mereka hormat bendera di atas menara merupakan pemandangan aneh. Apalagi, sikap buruh bangunan tersebut berdiri sempurna.
Upacara berakhir sekira pukul 10.00 WIB.
Apa ada yang lucu dengan bapak buruh itu ? Kenapa peserta upacara (pasti dong mengatasnamakan terpelajar) malah menertawakan ? Apa memang buruh itu berperilaku melecehkan/membuat joke ?
Miris membaca berita ini.

Tidak semua orang suka dengan upacara. Saya yakin banyak yang datang menghadiri upacara atas dasar keterpaksaan. Disaat buruh tersebut (dengan segenap hati) memberikan penghormatan, peserta upacara malah menertawakannya. Pliz deh

13 Aug 2012

2,2 juta dalam 3 minggu


Benar-benar sulit dipercaya, 2,2 juta masuk ke rekeningku dalam tiga minggu terakhir ini. Alhamdulillah, rejeki Ramadhan, THR ... THR ...

Yummie ...
Pada mulanya aku cenderung apatis pada bisnis online yang satu ini. Maklum, berapa banyak jenis usaha online sudah aku ikuti, namun gagal dan gagal lagi. Tapi itu tidak membuatku patah semangat. Hingga akhirnya aku berkenalan dengan situs online yang satu ini.

Pertama kali daftar, sekitar bulan Juni 2012. Namun baru mengaktifkan dan mengupgrade keanggotaan pada pertengahan Juli 2012. Itu pun setelah banyak sekali pertimbangan mengingat biaya keanggotaan yang cukup besar bagiku, sekitar 400 ribuan, itupun untuk paket yang paling kecil modalnya.
Modal nekat membuatku mengeluarkan dana sebesar itu.

Dibarengi keinginan kuat untuk mendapat penghasilan tambahan, untuk kebutuhan sehari-hari sehingga anak istriku bisa jajan, akhirnya aku fokus untuk menjalani bisnis ini.

Bisnis ini jelas bukanlah arisan berantai ataupun money game. Ini adalah MLM ! Ya, MLM alias Multi Level Marketing, sesuatu yang banyak orang alergi dibuatnya, termasuk AKU sendiri !
Tapi, kegagalanku dalam menjalani beberapa MLM yang pernah aku ikuti, tidak membuatku berhenti begitu saja. Ini dikarenakan motivasi yang diberikan dari Masternya.

Setelah bergelut dengan waktu, melakukan promosi dan fokus pada bisnis ini, akhirnya pada minggu pertama setelah upgrade keanggotaan, aku mendapatkan jaringan baru. (HAL YANG AKU SULIT LAKUKAN SEBELUMNYA, saat menjalani MLM versi OFFLINE). Minggu pertama, 3 orang berhasil aku sponsori. Minggu kedua, hal yang menakjubkan, aku berhasil mensponsori member PLATINUM !. Minggu ketiga, beberapa rekan kerjaku dibuat bulat matanya setelah melihat penghasilanku, dan buru-buru memutuskan untuk mengikuti jejak langkahku.

Mau tahu lebih lanjut ? Biarkan pakarnya yang berbicara. Master Internet Marketer kelas dunia, membeberkan rahasianya, DISINI

Bayar listrik, beli pulsa ... jauh lebih murah


Berdasarkan pengalaman bulan ini, ternyata tagihan listrik-ku sudah 3 bulan tidak dibayar. Dikasih tenggat waktu sampai tanggal 21, jika tidak maka listrik akan dicabut. Walah ...

Alhasil, aku buru-buru ke ATM Mandiri untuk melakukan pembayaran listrik. Dan ternyata benar, tiga bulan, Juni-Juli dan Agustus belum dibayar. Walaupun hanya abodemen saja sekitar 25 ribuan perbulan. Setelah data cocok lalu aku menekan tombol bayar yang ada di ATM. Tunggu sebentar, yang keluar ternyata adalah tulisan "Maaf, transaksi tidak dapat dilakukan ..." Beberapa kali coba, tetap seperti itu. Ganti kartu Mandiri yang lain, tetap sama saja.

Akhirnya coba menggunakan internet banking. Semua lancar hingga saat melakukan pembayaran dan menggunakan token, tunggu sebentar, ternyata keluar pernyataan, "Transaksi tidak dapat dilakukan". Kacau juga, ini masalahnya kenapa ?

Belum menyerah, akhirnya mencari jasa lain lewat internet. Melalui situs PLN, hanya ada informasi saja. Tidak bisa dilakukan pembayaran secara online. Terus mencari, ketemu dengan situs opulsa.com dan melihat reputasinya di kaskus, akhirnya aku menggunakan jasa opulsa.com

Dan sesuai dengan janji mereka, transaksi dilakukan super cepat. Kurang dari 1 menit. Dan yang lebih hebatnya lagi, biaya administrasi yang JAUH lebih murah dibandingkan dengan pembayaran melalui ATM. Contohnya, saat mau bayar listrik lewat ATM Mandiri, disana diberitahukan biaya administrasi sebesar 3.500, sedangkan melalui opulsa, biaya admin hanya 1.600. Lumayan bukan ? Sedangkan saat itu aku membayar untuk 3 bulan. Hitung-hitung lewat atm (3.500 x 3 = 10.500) masih jauh lebih hemat lewat opulsa (1.600 x 3 = 4.800). Dan cepat !



Contoh lain lagi, kali ini aku melakukan pembelian pulsa untuk pulsa listrik. (pembayaran listrik abodemen untuk rumahku yang di Bandung). Biasanya aku beli pulsa listrik 100 ribu seharga 101 ribu. Sedangkan lewat opulsa, harganya (99.300 + 259 (admin)).
Benar-benar murah, hemat ongkos, bisa dilakukan di mana saja.
Struk pembelian pulsa listrik

Dunia internet membuatku betah di rumah :D

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls