11 Feb 2014

Anak Muda tuh sama dengan Jagoan


Saat menonton film Bourne Legacy, bersama teman yang lainnya, walaupun film Bourne ini menurutku kurang sebegitu menarik dibandingkan Bourne-nya Matt Damon, tapi ya lumayan daripada ga ada tontonan lagi.

Selama mengikuti film itu, beberapa kali kita ngobrol alur cerita dari film ini. Maklum, film Bourne memang harus rada mikir, ga kaya nonton sinetron :D

Ada hal yang menarik selama perbincangan kami saat menonton film tersebut. Kan diceritakan dalam beberapa adegan, ada adegan dimana si tokoh utama sedang mengingat masa lalunya. Dan temanku di kemudian saat menanyakan padaku, "Ini Anak Muda-nya kan ?" sambil menunjuk ke Agen Aaron Cros yang saat itu masih brewokan.

Anda pernah menonton film Bourne Legacy ?



Nah, sedikit bingung, maksudku, si agen Aaron Cross kan udah bisa dibilang Mature, kalo anak muda ya kaya si Tobey Spiderman. Tapi aku iyakan saja karena kupikir masih lumayan muda. Dan temanku satu lagi, orang Medan, dia bertanya kepadaku, "kamu nyebutnya tokoh utama tuh Jagoan apa Anak Muda ?"

Lanjutnya, "Kalo di kita biasanya disebut Anak Muda. baru di Jakarta ini aku denger Jagoan. Nah, kalo yang penjahatnya disebut Bandit kalo disana"

Lha... akhirnya aku tau arti si Anak Muda Aaron Cross. Ternyata maksud temanku bertanya tadi, menanyakan apa si agen Aaron Cross itu yang jagoan-nya di film itu. Ternyata bukan Anak Muda sesungguhnya.

Berarti nanti kalo nonton Bruce Willis Die Hard yang terbaru, atau Harrison Ford, Clint Eastwood dll, tetap saja mereka tuh Anak Muda ya ? Baru mengerti sekarang, kenapa Anak Muda tuh disebut Jagoan :D

8 Feb 2014

Tempat Makan Murah Enak Di Cianjur


Mencari tempat makan enak di Cianjur ya lumayan banyak. Setidaknya enak dan murah. Biasanya kalo ke Cianjur menyempatkan makan ke tempat ini. Mau tahu yang enak dan murah?

1. Mie Ayam Mang Memed.
Tempatnya gampang dicari. Tidak jauh dari TKC alias Tan Keng Cu, tempat roti dan kue. Mie ayam ini ada di jalan HOS Cokroaminoto. Kalau dari arah puncak, tinggal belok kiri ke arah bypass dan RSUD, lalu ambil kanan (jalan searah). Mie ayam ini beda sama di Jakarta, menurut ku. Sayur sosin nya banyak, empuk tidak pahit. Just try it. Harganya 9 ribu.

2. Bubur ayam
Bubur ayam Cianjur jelas berbeda. Rasanya cenderung asin, dan ada papais, sejenis sayuran bawang daun. Menurut ku hampir semua enak, tapi yang paling enak yang deket SD Siti Jenab, deket Hotel Aden. Bubur ini sudah pernah saya posting disini sebelumnya.

Masih banyak lagi, lain kali di postingan yang lain.

Wisata Kuliner Gudeg Fatmawati Jakarta Selatan


Ke tempat ini sebenarnya udah ada 3 kali. Tapi baru kali ini posting.

Nama tempatnya Gudeg Kendil Mas, ada sekitar akhir 2013, posisinya di jl Fatmawati daerah Dapur Susu, tidak jauh dari Giant dan apotek Bina Sehat.

Fasilitas disini:
- Parkir luas
- Ada area AC dan Non AC
- Toilet Pria dan Wanita dipisah, luas. Bersih.
- Ada mushola cukup luas
- Free Wifi

Pada kunjungan pertama dan kedua, rasanya rasa gudegnya enak. Tapi kenapa tadi ko kurang menggigit ya. Ada yang kurang.

Tadi ke tempat ini sekitar jam 3 sore, ada sekitar 4 meja di area non AC yang telah terisi. Kalo dihitung, di area non AC ada 16 meja. Selesai pilih meja, kita disodori menu. Saat kita mintakan baby chair, ternyata di tempat ini tidak tersedia. Waduh baru nyadar, kurang bersahabat buat anak kecil. Tidak ada playground dan juga baby chair.

Setelah pesan minum, dan seperti biasa, minuman datang cukup cepat. Berbeda dengan pesanan makanan. 3 Kali ke tempat ini, makanan yang kami pesan lama sekali datangnya. Padahal suasana tidak sebegitu ramainya. Sudah gantian ke toilet juga belum dateng pula.

Giliran dateng, ada sesuatu yang berbeda kali ini. Nasi putih, dikelilingi gudeg, krecek, tahu dan orek tempe juga telor dan ati ampela, disajikan di atas piring putih yang telah dialasi daun pisang. Bukan daun pisangnya yang mengganggu, tapi kondisi daun pisang saat itu, ko dialasi daun pisang berwarna kuning. Walaupun bukan daun busuk, tapi kan bukan daun segar. Entah apa maksud dari mereka memberi alas daun pisang yang sebagian telah menguning.

Tanpa banyak komplen, karena sudah sangat kelaparan, langsung hajar saja. Makan berdua dengan anakku. Aku tak begitu memperhatikan, tapi nasi tadi sepertinya diguyur kuah. Apa yg sebelumnya juga sama, aku lupa lagi. Tapi yang jelas, kunjungan tadi agak mengecewakan. Gudegnya kurang enak, sate ati ampela, tapi ternyata ada usus dan lain-lain, padahal mending ati ampela aja, kan dipaketnya juga disebut, ati ampela, tanpa usus dll.

Tapi ya habis juga. Namanya kelaperan makan dari pagi cuma bubur doang.

Buat yang buru-buru kayanya tempat ini kurang asyik, harus nunggu rada lama. Kecuali yang mau santai. Atau mau sambil internetan bawa laptop sendiri, colokan buat charger nya sudah tersedia. Kalo masalah harga, ya standar aja, dari 15 ribu juga ada. Yang 2 ribu juga ada, air teh tawar hehe. Harga gudeg bervariasi, sekitar 20 ribuan. Selain menu gudeg, tersedia juga masakan ayam, lele, garang asam ayam, gurami, dll.

4 Feb 2014

Steak d'Saslik Fatmawati yang super mantap !


Hari Sabtu, akhir Januari 2014,
Selepas pulang dari mengajak para bocah ke Monas, dan Nefertiti lebih banyak merem dan memelukku erat karena takut melihat ondel-ondel, kami menyempatkan diri mengisi perut dulu.

Tema yang diajukan istriku adalah steak atau sate. Akupun pilih steak karena serasa nikmat menikmati daging di siang yang dingin saat Jakarta sering diguyur hujan. Beberapa pilihan saat itu yaitu Steak21, karena menurut kami steak disana enak banget, lalu pilihan lainnya Abuba, karena tempatnya luas sehingga para bocah mungkin tidak merasa bosan, lalu pilihan lainnya Cafe yang baru kami lihat di Fatmawati, Steak d'Saslik.

Berhubung perjalanan menuju rumah, melewati Fatmawati, akhirnya kami coba untuk mencari Steak d'Saslik. Kalaupun terlewati, ya sudah kami belok ke Cipete menuju Abuba saja. Namun rupanya setir mobil dengan jeli melihat tempat ini. Tepatnya setelah perempatan ITC Fatmawati, di seberang Mitra 10, ada deretan ruko, dan salah satunya Steak d'Saslik ini.

Tempatnya tidak luas, jenis ruko yang disulap jadi Cafe. Di depan tempat ini hanya cukup parkir 2 mobil. Saat itu ada parkir mobil Mercy dan satu motor. Mungkin milik pemilik Cafe karena saat itu tidak ada tamu berkunjung. Sempat ragu juga, jangan-jangan Steak-nya tidak enak. Karena biasanya tempat makan enak itu pasti ramai pengunjung. Tapi ya dicoba saja.

Memasuki area ini, kami disambut senyum ramah seorang ibu berbaju oranye, waktu itu. Ibu yang ramah dengan suara lembut menyambut kami. Dan melihat istriku menggendong si bayi besar yang sedang tertidur, maka kami ditawarkan untuk ke lantai 2, dan katanya ada kasur segala untuk menidurkan anak kecil kami.

Penasaran, kamipun (yang tak menyangka ada area di lantai 2), memutuskan mengikuti saran si Ibu. Dan ternyata di lantai 2 suasana rileks lebih terasa. Alunan musik lembut sudah menyambut, suasana redup dengan hiasan lampion kecil warna-warni. Lebih jauh ke dalam, ada ruangan lagi, katanya untuk area makan sambil meeting.

Akhirnya sambil bersantai-santai, kami memesan makanan. Steak wagyu, sate wagyu keduanya dengan French Fries, lalu Sop Kerang Ijo, Es Teh Leci dan gratis 2 Teh Botol.
Dan seperti biasa, yang datang pertama kali adalah minuman. Lumayan menyegarkan tenggorokan.

Tak lama, datang sop Kerang Ijo dengan kuah putih bercampur susu. Aku sendiri tidak mencobanya. Istriku yang mencoba, makan berdua dengan Nefertiti. Dan katanya enak, sangat enak. Akupun masih menunggu menu utamaku.

Akhirnya yang kutunggu datang juga. Steak wagyu dengan french fries dan salad serta dua buah mangkuk kecil berisi 2 buah saus yang berbeda, yang rasa sausnya setelah dicicipi, sama-sama enaknya. Sate wagyu pun datang bersamaan dengan tambahan yang sama. Keduanya disajikan di atas piring bening.

Pertama, kucicipi saladnya. Yummi, benar-benar nikmat segar. Biasanya steak yang pernah kucicipi selalu ditemani french fries dan sayuran kacang-polong dan jagung. Di tempat ini, kacang-polong dan jagung diganti dengan salad. Dan menurutku menjadi sangat lezat.

Potongan steak wagyu meluncur ke dalam mulut, tanpa saus di kedua mangkuk kecil itu. Hmmm...juicy, mantap. Walaupun aku minta steaknya dimasak well-done, tapi masih terasa juicy, tidak kering juga tidak keras atau alot. Gampang dikunyah. Hingga saat ini, mungkin inilah steak yang terenak yang pernah kurasakan. Dan setiap potongan pun selalu diiringi decak kagum, ko bisa ya memasak steak seenak ini. Dicoba dengan saus pun, masih juga enak. Hingga akhirnya, potongan steak seberat 200 gram itu pun lenyap dari pandangan, mengisi rongga-rongga perutku yang kosong.

Bagaimana dengan Sate Wagyu-nya ? Istriku pun memberikan nilai hampir sempurna. Super mantap, rasa dan tingkat kekenyalannya, membuat selalu ingin makan terus. Potongan paprika di tengah sate-nya membuat segar di mulut.

Selesai dengan steak-nya, lanjut dengan Es Teh Leci. Rasa segar, asam dingin memberi paduan yang enak di lidah. Porsi minum yang tidak terlalu besar, dengan 2 buah leci di dalamnya, memberi kenikmatan yang seru. O,ya ... pesanan minum es teh leci ini adalah saran dari si Ibu. Untung saran-nya diikuti, benar-benar enak.

Tak lama setelah kami menghabiskan makanan kami, si Mas pelayan datang. Mungkin dia lihat dari CCTV kalau kami sudah selesai makan. Dia pun datang dan mengangkat piring-piring kotor sehingga kami leluasa melihat meja kembali rapi :)

Untunglah suasana saat itu sepi dan hanya kami berempat saja yang ada di lantai 2, sehingga kedua bocah bisa berkeliaran dengan riangnya. Dan untuk yang berada di lantai 2, tersedia juga Toilet disana. Toiletnya bersih, tidak bau.

Selepas beristirahat sejenak, ternyata istriku ingin mencoba Sate Cumi, tapi karena takut gak habis, dia minta bantuanku untuk menghabiskan. Akhirnya pesan lagi Sate Cumi.

Saat Sate Cumi datang, ternyata menu tambahannya sama dengan Steak, ada French Fries dan juga salad. Potongan daging cumi persegi panjang berjejer rapi di antara tusuk sate dan diselingi potongan paprika merah. Kalau masalah cumi, anakku yang besar, Nefertiti, juga menyukainya. Alhasil, Sate Cumi dihabiskan kami bertiga, dan French Fries dicemil oleh anakku yang kecil, Nefertari.

Hari itu, benar-benar makan siang yang nikmat. Kemungkinan untuk kembali ? Sangat mungkin. Walaupun harus merogoh kocek yang lumayan. Untuk menu yang kami pesan, kami harus menebusnya dengan rupiah sebesar 210 ribu. Dengan rasa dan penyajian serta lingkungan dan juga keramahan si Ibu dan pelayannya, ya berbanding lurus lah. Mantap.
Wagyu Steak


Interior lantai 2

Lumayan buat santai

Nefertiti lagi coba pilih menu ;P

Kesimpulan

  • Rasa super mantap, dari beberapa menu, semuanya enak.
  • Suasana santai dan lingkungan yang membuat rileks
  • Toilet bersih
  • Pencahayaan ruangan membuat adem di mata
  • Ramah
  • Harga sesuai
  • Lahan parkir hanya cukup 2 mobil

26 Jan 2014

Duren Raja, menikmati duren di Gandul


Saat jalan-jalan ke arah Krukut Depok, dari arah Pangkalan Jati terus mengikuti jalan menuju Gandul. Selepas perempatan, masih terus lurus. Niat awal sebenarnya sedang mencari rumah, barangkali ada yang sedang dijual murah. Rumah kecil saja. Katanya daerah Krukut suka ada, tapi sulit juga mencarinya. Banyak juga sih perumahan elit, dengan harga hanya 600 juta-an. Walah ... harga segitu ko bilangnya hanya.

Tak lama di sebelah kanan, kulihat ada spanduk kuning  kecil bertuliskan Duren Raja. Langsung ku tunjukkan pada istri. Eh ternyata tempatnya tidak jauh dari spanduk itu berada. Langsung saja belok untuk mencoba Es Duren Raja disana.

Di tempat ini ditawarkan beberapa macam variasi es Duren. Ada duren polos, duren vanila, strawberry, coklat dan lainnya. Dengan harga seporsi sekitar Rp. 16.000 ke atas. Saat itu kami memilih untuk memesan Es Duren Polos saja. Walaupun namanya polos, tapi tidak terlalu polos karena di atasnya telah diberi topping keju parut dan sepotong buah ceri merah menyala.

Hidangan es di tengah cuaca yang lumayan panas saat itu, membuatnya tidak bertahan lama berada di dalam mangkuk saji. Hanya sekejap, seporsi Es Duren Raja sudah berpindah posisi ke dalam perut. Dingin, manis, lezat. Dengan harga Rp. 16.000, sebanding lah dengan rasa dan porsi. Mengingat kalau beli es duren yang pake gerobak saja sudah lumayan harganya.

Di tempat ini juga tersedia Sosis Bakar. Namun tidak sempat mencicipi karena sosis-nya belum disiapkan. Jadi hanya beristirahat dan menikmati es duren-nya saja. Untuk anakku, dia memilih es krim saja, 2 sendok es krim strawberry dan coklat. Dan dia benar-benar menikmatinya.

Secara umum, rasa es durennya enak. Harganya pas. Tempatnya lumayan longgar. Ada lesehan juga di area belakang. Tempatnya bersih. Karyawannya juga ramah-ramah. Kurang tahu juga apa di tempat ini tersedia fasilitas Wifi, tidak sempat mencobanya. Mungkin lain kali.

Nah, buat yang sedang berada di sekitaran Gandul, bisa mencoba memanjakan lidah dulu sebentar di sini. Oya, padahal di luaran sana belum masuk musim duren, tapi disini masih bisa merasakan duren, dengan harga yang lumayan.

Bagaimana belajar bisnis online mulai dari NOL

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls