11 Sept 2013

Pare Anyar, rumah makan Sunda ala prasmanan


Menu, rata-rata menggunakan bahasa Sunda. 
 Jalan-jalan menuju Puncak ?
Saat menuju kembali ke Jakarta dari arah Puncak, kami menyempatkan diri makan di Rumah Makan Pare Anyar. Sebetulnya saat itu, rumah makannya belum buka, baru mau mulai buka karena waktu itu jam masih menunjukkan pukul 10 pagi. Tapi tanya ke dalam, beberapa masakan sudah siap, ya sudah kita masuk saja.

Memasuki Pare Anyar, yang punya slogan "Asa di imah mitoha" alias Serasa di rumah mertua, rasanya tidak terlalu istimewa. Area depan ada deretan meja panjang. Masuk ke area tengah, ada lesehan seperti bale-bale gitu, dengan beberapa foto anak kecil tertempel di dinding. Mungkin foto dari pemilik rumah makan ini. Lebih jauh ke dalam, ada area makan dengan beberapa meja yang setiap mejanya bisa diisi sekitar 4-8 orang.

Fasilitas rumah makan ini :
  • Toilet bersih
  • Ada mushola
  • Tempat parkir cukup untuk beberapa mobil
Kekurangannya, tempat ini tidak ada Playground-nya. Sayang sekali ya :P
Padahal kalau ada playground seperti di Cimory Mountain View, anakku bakal betah nih.
Salah satu ruangan di Pare Anyar, gara-gara tidak ada Playground, anakku cemberut :D
Mulai membahas makanan. Karena makanannya terbatas, (karena kami datang kepagian), jadi kami hanya sempat menikmati Ikan Pesmol, tumis pare, bakwan jagung dan tumis jamur. Minum air teh hangat segelas besar. Untuk rasa, sebenarnya tidak ada yang unik. Bisa dibilang standar aja. Tidak bisa dibilang tidak enak juga. Namun untuk dikatakan uenak, tidak juga. Mungkin seperti slogannya, jadi rasanya seperti rasa masakan rumahan biasa.

Mengenai harga, tidak mahal juga, harga standar. Yang jelas, kami penasaran dengan rumah makan ini karena slogannya "Asa di imah Mitoha" :D
Kemungkinan untuk balik lagi, kemungkinan besar sih tidak. Karena di daerah Cisarua - Puncak kan banyak tempat makan, dengan fasilitas yang lebih lengkap juga ada.



10 Sept 2013

Saung Kuring, Tempat makan lesehan samping kolam


Sisa dari perjalanan ke Karawang, setelah sebelumnya posting mengenai hotel-hotel di Karawang, tak lupa pula posting tempat makan di Karawang.

Perjalanan dari Jakarta melalui Tol, kami keluar dari pintu tol Karawang Barat. Sepanjang jalan dari pintu Tol menuju Karawang, ada beberapa rumah makan yang bisa dicoba, salah satunya Saung Kuring, letaknya sebelah kiri jalan. Disamping Saung Kuring, ada juga tempat makan Sindang Reret, Saung Mang Ajo, juga Indo Alam Sari.

Memasuki Saung Kuring, kita bisa parkirkan kendaraan kita dengan cukup leluasa. Sayang tempat parkirnya tidak begitu teduh.
Fasilitas tempat makan Saung Kuring :

  • Area makan saung-saung lesehan pinggir kolam, ada juga saung lesehan di taman-taman, selain juga menyediakan area makan kursi dan meja.
  • Playground, sesuatu yang sekarang ini menjadi wajib, buat anak-anakku
  • Toilet lumayan bersih dan terjaga
  • Tempat cuci tangan dekat dengan saung
  • Karyawan cukup ramah dan murah senyum, rapi juga
Kolamnya bukan kolam air bersih dimana kita bisa melihat ikan yang berenang-renang, tapi seperti kolam pemancingan, tapi saat ditanya ke karyawannya, ternyata kolamnya tidak boleh dipancing :D
Ternyata memang tidak boleh dipancing karena saat aku cemplungin sisa nasi, terlihat ada ikan Gurame dan juga ikan Lele yang buesar banget. Sepertinya ikan Lele ada sebesar tangan orang dewasa. Gede banget sampai mulutnya menganga terlihat gede.
Walaupun seperti kolam pemancingan, tapi tidak menimbulkan bau, entah bau lumut ataupun bau anyir.
Saat kami menunggu hidangan, sebagai teman menunggu, disediakan pula otak-otak bakar yang masih hangat. Dengan lahapnya anakku memakan otak-otak itu. Termasuk aku juga karena rasanya memang enak :P

Pertama yang datang, seperti biasa, minuman dulu. Juice Strawberry dan Es Buah. Juice Strawberry-nya mantap menyegarkan, begitupun es buah-nya. Tak lama, akhirnya makanannya datang juga. Gurame Goreng Pete dan Karedok serta nasi dua porsi yang dibungkus oleh daun pisang.

Saat pertama melihat tampilan Gurame gorengnya, sempat merasa kecewa, daging ikan gurame terlihat seperti terlalu kering, dengan banyak cabe merah dan pete diantaranya. Tapi setelah dicoba, maknyus ...
Enak banget, ditambah nasi putih pulen nan wangi, mantap banget di lidah. Belum lagi karedok-nya, pedasnya dan seger banget. Benar-benar makan siang yang nikmat, membuat semakin nafsu menambah nasi :)

Anakku menikmati playground dan juga otak-otaknya, sedangkan yang kecil asyik dengan kesibukannya menyibukkan kami :D

Setelah puas dan kenyang, dan sesekali memberi makan Lele besar di kolam, tiba saatnya kami melanjutkan perjalanan. Total tagihan dengan menu
- Gurame goreng pete
- Karedok
- Nasi 4 (nambah 2)
- Juice Strawberry
- Es Buah
- Otak-otak 18 pcs
semuanya menjadi Rp. 200.000-an, dan ternyata otak-otaknya dihargai Rp. 3.500 per satuannya :P


9 Sept 2013

Memilih hotel di karawang


Awal September 2013 kami mengunjungi saudara yang ada di Karawang Jawa Barat. Perjalanan dari Jakarta ke Karawang bisa dibilang singkat. Apalagi jalan Tol cenderung lancar walaupun hari itu hari Sabtu. Hanya di daerah Cikarang saja banyak truk-truk besar yang berjalan lambat sehingga laju Tol cenderung melambat.

Sebenarnya perjalanan ke Karawang saat itu bisa lebih cepat seandainya mobil Karimun kami tidak mengalami masalah di bagian setirnya. Terpaksa kami keluar dulu di Bekasi, dan ternyata yang bermasalah adalah knop lampu di setir. Setiap menyalakan lampu sein ataupun lampu dim, tak lama keluar asap. Mengerikan juga. Di stir karimun keluar asap.

Akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan seminim mungkin menyalakan lampu. Alhamdulillah selamat sentosa hingga ke rumah saudara di Karawang.
Di Karawang, batok setir dibuka. Untungnya hanya membutuhkan obeng plus saja, dan bisa dilihat dalamannya. Dan ternyata ada kontak di setiap lampu dinyalakan, ada keluar api kecil dan cukup untuk memberikan asap. Akhirnya dicoba kabel paling kanan dicabut. Ternyata itu kabel lampu besar. Lampu sein dan hazard masih bisa menyala.

Sekitar pukul 16.00 kami mencari hotel di Karawang. Sebelumnya sempat surfing internet hotel-hotel yang ada di Karawang dengan harga terjangkau. Ada 5 hotel yang sekiranya masih masuk di kantong. Hotel Karawang Indah, Hotel Omega, Hotel Fajar Indah, Hotel Pangestu dan Hotel Bestin.

Hotel Bestin adalah hotel yang pertama kali terlihat sebelum kami ke tempat saudara. Tempatnya di depan Carefour di jalan Tuparev.

Saat kami memulai pencarian, kami melihat lagi Hotel Bestin, tapi dilewati saja lurus terus menyusuri jalan Tuparev, dan tak jauh dari Hotel Bestin, ada Hotel Fajar Indah. Di depannya sepertinya sedang renovasi karena dipasangi seng. Dilewati dulu dan mencari hotel yang lainnya. Target selanjutnya mencari hotel Karawang Indah dan Hotel Omega yang katanya ada di jalan Ahmad Yani.

Menghabiskan seluruh jalan Tuparev, kami tiba di alun-alun Karawang. Lalu mengikuti arah arus jalan, hingga akhirnya tiba di Karawang Barat dan akhirnya memutar balik kembali ke arah Karawang. Tiba di jalan Ahmad Yani, kami mencoba di Hotel Omega. Saat mau masuk area Hotel, petugas keamanannya menyetop dan menanyakan "Mau kemana Pak ?"

Ya mau ke Hotel, mau check in, mau apalagi ? Pikirku. Tapi kata satpamnya, kamarnya hampir penuh tinggal 2 kamar, karena ada acara panggung jadi kamar banyak terisi, tapi aku disuruh coba ke resepsionis dulu. Setelah parkir mobil, resepsionis lagi rame, dan ternyata tidak menyisakan satu kamarpun. Sayang, padahal sepertinya lumayan enak nih kamarnya. Harganya sekitar 300-an semalam. Tidak sempat melihat masing-masing kamarnya.

Perjalanan dilanjutkan, dan sekarang mau melihat Hotel Bestin. Sebenarnya dari awal agak ragu juga ke hotel ini. Dari depan sepertinya tidak ramai. Namun barangkali area hotel di belakangnya bisa jadi memukau, begitu pikiran kami. Akhirnya masuk dan melihat bangunan hotel Bestin yang besar, namun seperti tidak terawat dengan cat yang seperti sudah lama tidak di cat ulang.

Kami masuk ke resepsionis, tempatnya luas, namun hanya ada 1 orang anak muda saja dengan pakaian casual, dan 1 ekor anjing jinak. Di samping resepsionis sepertinya restauran, tapi tidak nampak aktivitas. Melihat daftar harga kamar, yang Jr. VIP 270 ribu. Coba dulu lihat kamarnya.

Kami diajak ke arah belakang. Menyusuri arah kamar Jr VIP Room, di samping kiri ada kolam renang besar, tapi airnya berwarna hijau penuh lumut. Beberapa kursi di sekitar kolam renang juga semakin usang. Ngeri juga merasakan suasana di sana. Tiba di kamar yang dituju, aku melihat cat-cat dindingnya sudah lama tak di cat ulang. Pintu juga sama saja. Di sekitar kamar yang ditunjukkan, suasana sangat sepi. Jadi ingat cerita-cerita Goosebump ataupun kisah-kisah di novelnya Stephen King.
Sempat ku pikir, ini sih cocok buat syuting Dunia Lain. Tapi mulut kami kunci rapat-rapat.

Sedia sepatu safety dari kulit asli.
Klik ineedthemall.com atau invite 764FB687
Kamar sudah dibuka, dan lampu di depan kamar tidak menyala. Kamarnya cukup besar, ada bathtub (kata istriku, sedangkan aku tak sempat melihat-lihat), ada kulkas mini dll. Aku sih emang ga minat, melihat dari suasana-nya yang cukup sunyi. Akhirnya ke si anak muda, kami pamit saja mencari hotel yang lain. Dan apesnya, saat sedang buru-buru ingin kabur dari area Hotel Bestin, si kunci otomatis Karimun tidak bekerja. Hanya bunyi cuit-cuit saja tanpa kunci jadi terbuka. Akhirnya buka manual dan langsung cabut menuju Hotel Fajar Indah.

Hotel Bayu Pangestu luput dari pengejaran hari itu karena disamping lebih jauh lagi (Karimun kami bermasalah dengan lampu depannya, dan suasana semakin malam), juga karena istriku sempat surfing Hotel ini, katanya di tahun 2011 ada pembunuhan di Hotel tersebut. Ya... mungkin bukan alasan, tapi karena tahu ada hal itu, malah jadi tidak mau kesana :D

Hotel Fajar Indah ada tak jauh dari Hotel Bestin. Hotelnya cukup kecil, tiga tingkat dan sepertinya telah berumur, atau kurang perawatan. Mobil kami parkir langsung ke dalam ke depan kamar 117 yang kebetulan parkirannya kosong. Lalu kami ke tempat resepsionis dan meminta ditunjukkan kamar-kamarnya. Pertama kami diajak ke kamar standar, harganya 150 ribu. Kamarnya kecil. Lanjut ke kamar tipe berikutnya, harganya 200 ribu. Dan akhirnya kembali ke lantai 1 yang hanya ada kamar tipe Family, harganya 250 ribu. Kamarnya luas, sekitar dua kali kamar standar. Ada sofa sudut, TV LG LCD 21", Lemari Pakaian besar, wastafel, cermin, kamar mandi shower dengan toilet duduk, air hangat, jendela depan belakang, AC super dingin, selimut dan spring bed serta bantal 2.

Di depan kamar ada dua kursi kayu dan meja, tempat kami nongkrong dan melihat lalu lalang pengunjung hotel yang datang dan pergi apalagi semakin malam :D

Malam hari kami menuju Carefour tadinya ingin makan di A&W Karawang tapi ternyata A&W sudah tidak ada, sudah dibongkar. Jadinya makan Bebek Goreng di tukang pecel di depan Hotel. Di seberang Hotel juga ada Seafood. Kalau pesan di hotel, belum tahu rasa masakannya, ga terlalu variatif juga. Jadi mending beli di luar aja sambil jalan malam.

Pagi hari kami menuju restorannya untuk makan pagi. Kata resepsionisnya makan pagi free jam 7 sampai jam 10 pagi di restoran lantai 2. Pergilah kami kesana. Ada satu pegawainya berjaga, dan aku mintakan sarapan untuk kamar 117. Si pegawai lalu memintakan sarapan nasi goreng 2 dan teh manis 2. Tempatnya cukup panas karena hanya ada satu AC sedangkan satu lagi ada tulisan "Rusak", sedangkan matahari pagi Karawang sudah banyak yang masuk melalui kaca jendela tempat itu.

Nasi goreng tiba di meja, dengan telor ceplok disampingnya. Aku tanyakan ke pegawainya "Mba, ini pedes ga?" Kan anakku yang mau makan. Dia cuma bilang, "Ga tau ya" sambil ngeloyor. Ya sudahlah.
Jam 9-an kami check out dan menuju Tol Karawang Timur.

Sebelum naik ke flyover menuju Karawang Barat, istriku melihat Hotel Karawang Indah. Letaknya di sebelah kiri sebelum flyover.


25 Jun 2013

Bakmi Raos Karang Tengah, garden resto yang memang teduh


kuliner di jakarta selatan
Satu kesempatan, kami ke bakmi Raos di daerah Karang Tengah, jl. H. Nudin NO. 70 Jakarta Selatan. Tempatnya bisa ditempuh dari arah Bona, ke arah Cinere, kira-kira di depan Pom bensin yang sebelah kanan, ada jalan ke kiri, masuk lewat jalan itu aja.

Tempatnya teduh, namanya juga Garden Resto. Parkir mobil bisa untuk 8 - 10 mobil, juga ada buat motor. Tempat makannya ada yang lesehan ada juga yang duduk. Di sebelah kiri dari pintu masuk, ada beberapa kandang hewan seperti monyet, iguana, ayam, kura-kura, beberapa burung. Lokasi kandang cukup bersih dan lumayan jauh dari area makan. Dan sepertinya kandangnya sering dibersihkan, walaupun kondisi kandangnya tidak bagus lagi. Tapi hewan-hewan di dalamnya terawat bersih. Jika mengajak anak kecil, mungkin akan suka melihat Iguana yang besar, nongkrong diam di dalam kandangnya.

Sayang hanya ada satu ayunan sajaSayang tempat ini tidak dilengkapi playground, hanya ada ayunan satu buah, yang bisa muat hingga 4 orang dewasa. Hanya itu. Dan saat kami kesana memang keadaan sedang sepi sehingga anakku dengan leluasa berayun-ayun disana.

Sembari melihat si Kaka bermain, kami menunggu menu yang kami pesan saat itu, Es lidah buaya, teh botol, 2 porsi bakmi raos dan kwetiauw take away. Pesanan minum tak lama datang. Es Lidah buaya yang dingin menyegarkan tenggorokan. Dari arah dapur terdengar kesibukan menandakan menu kami sedang diolah, hingga akhirnya masakan itu tiba juga di meja kami, 2 porsi bakmi raos yang masih panas plus sekotak kwetiauw untuk dibawa pulang.

kondisi di bakmi raosBakmi raos, apa se-raos yang diperkirakan ? Raos kan berarti enak. Ayo dicoba.
Suapan pertama, hmm... memang enak. Mie-nya ukuran kecil, dimasak dengan telur dan baso juga beberapa sayur. Racikannya enak. Emang pantas disebut raos alias enak. Anakku juga lahap memakan kwetiauw yang mau dibawa pulang, sebagiannya dituang ke piring, sebagian lagi untuk dibawa pulang karena terlalu banyak untuknya.

Tak lama, sepiring bakmi raos sudah menghilang dari pandangan. Begitu pula bakmi di piring istriku. Sudah menghilang juga. Enak. Dengan suasana garden yang teduh, cocok untuk dinikmati.

Mengenai harga, tidak terlalu mahal. Bakmi-nya seporsi Rp. 22.000 begitu pun dengan kwetiauwnya. Es lidah buaya sekitar Rp 10 - 12.000 lupa lagi. Teh botol harga standar. Begitu juga dengan air mineral dinginnya. Lumayan tidak mahal, dengan tingkat rasa yang benar-benar raos.

Selain menu utama bakmi raos, tempat ini juga menyediakan beberapa menu lainnya, kebanyakan chinese food.


23 Jun 2013

Mengapa shopping bag dimasukkan di struk belanja


Barangkali hanya sedikit orang saja yang memperhatikan, bahwa di struk belanja yang kita terima, kadang ada tercetak shopping bag. Padahal kita tidak membeli shopping bag.

Seperti saat aku mengantar istri membeli tas di Elizabeth Melawai, disana tercetak di bawah tas, ada juga shopping bag seharga Rp. 3.000, namun dibawahnya ada lagi disc. Rp. 3.000 untuk shopping bag tersebut. Berarti shopping bag tersebut diskon 100% :D

Di beberapa minimarket juga terkadang di cetak shopping bag kecil, sedang ataupun besar, dengan harga Rp. 0, atau harganya Rp. 1 lalu dibawahnya ada pembulatan - Rp. 1 (total tetap Rp. 0). Membingungkan ?

Sebenarnya ini memang diperlukan, terutama untuk pihak toko. Ini berdasarkan pengalamanku waktu mengelola toko waralaba, karena menyangkut pada stok barang dan juga perhitungan cost yang dibebankan pada toko. Semisal di toko tas tersebut yang menghargai shopping bag-nya seharga Rp. 3.000, berarti setiap dicetak di struk, stok shopping bag di toko tersebut keluar sebanyak shopping bag yang dikeluarkan dan dicetak di struk. Mungkin di akhir bulan atau saat ada stock opname, shopping bag tersebut ikut dihitung pula. Mengapa ? Jelas dong, karena shopping bag tersebut menjadi beban toko.

Seandainya dari perhitungan stock opname, didapatkan data inventory shopping bag seharusnya ada 100 pcs, misalnya, namun kenyataan fisik yang ada hanya 80, berarti "hilang" 20. Total harga menjadi 20 pcs x Rp. 3.000 = Rp. 60.000. Hilang Rp. 60.000 hanya dari shopping bag. Siapa yang akan menanggung biaya kehilangan ini ? Biasanya ini akan dibebankan kepada seluruh karyawan toko tersebut. Atau entah kalau ada kebijakan lainnya.

Sama seperti hal yang lainnya. Perhitungan kondisi antara inventory di sistem dengan kenyataan fisik menjadi indikator dalam sebuah toko. Biasanya akan diketahui tingkat efektifitas toko tersebut, khususnya dalam penggunaan shopping bag. Apakah dalam batas normal jika dibandingkan dengan omset yang didapat, atau malah penggunaan shopping bag yang terlalu over jika dibandingkan penerimaan omset.

Jadi, jika melihat ada struk yang tercetak shopping bag, jangan khawatir buat para pembeli, karena itu hanya untuk mencatat antara inventory toko dengan keadaan fisik. Kecuali memang sistemnya eror atau memang kebijakan toko yang membebankan harga shopping bag diluar harga belanja lainnya :)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls