11 Jun 2013

Menikmati Gombyang, Kepala ikan Jambal


Terus terang baru kali ini aku merasakan yang namanya Gombyang. Baru denger pula namanya itu.

Sepulang tugas dari Cirebon, memasuki daerah Indramayu, kami mencari tempat yang menjual Gombyang. Katanya dekat dengan Tempat Pelelangan Ikan. Jadilah informasi minim itu yang kita pakai. Dari Indramayu kota, kita menuju tempat pelelangan ikan.

Menyusuri daerah dengan deretan kapal-kapal kayu yang sedang dibangun ataupun diperbaiki, kami menjalankan mobil di jalan beraspal yang cukup kecil. Tiba di Pelelangan Ikan, kami sempat berpikir bahwa ini akhir dari jalannya. Tapi setelah bertanya, ternyata ada tempat lebih ke dalam ke arah pantai, yang menjual Gombyang. Sampai saat itu aku tidak bisa membayangkan seperti apa itu Gombyang.

Mobil melaju lebih dalam, melewati TPI, melewati para pekerja sedang mempersiapkan jaring, mereparasi jaring, dan beberapa sedang menyiapkan kapal untuk segera berlayar. Akhirnya, hampir di ujung jalan, ada tempat dengan tulisan "Gombyang Amanda". Kamipun segera masuk ke warung itu.

Warungnya cukup luas, terbuat dari kayu-kayu. Keadaan saat itu kosong sama sekali. Hanya kami bertiga yang memesan makanan.

Tak lama dari memesan makanan, Gombyang pesanan kami akhirnya tiba juga. Disajikan sepiring penuh, dengan nasi di piring yang lain. Penampakan Gombyang di atas meja, membuat mataku sedikit melotot karena porsinya yang jumbo. Bahkan rekanku menyebutnya "seperti makan kepala kambing".
Ini penampakan Gombyang yang sempat aku foto :


Mantap, terutama buat penikmat ikan. Gombyang ini merupakan kepala ikan Jambal. Ikan Jambal roti yang biasanya dibuat ikan asin itu, yang sepotong sebesar ibu jari saja sudah bisa seharga Rp. 7.000 kalau sudah masak :D

Seporsi Gombyang ini bukan satu kepala ikan Jambal, tapi hanya setengahnya saja. Harganya murah saja, di bawah Rp. 30.000 (padahal sop ikan di dekat kantor saja sudah seharga Rp. 40.000, semangkuknya).

Kuahnya berasa banget, enak, segar di sore hari saat itu. Ada rasa pedas sedikit, asam, pokoknya mantap. Belum lagi gurih-gurih daging dan kulit kepala Jambalnya. Memakan gombyang seperti ini, nasi sedikit terpinggirkan. Maklum, makan gombyangnya saja sudah bisa membuat perut kekenyangan.

Sayang sekali di daerah Jakarta aku belum menemukan dimana tempat yang menyediakan menu ini. Gombyang kepala Jambal. Atau, apa setiap ingin mencicipi menu ini, harus menuju Indramayu ? Melewati jalur Pantura yang jalannya masih digaruk belum diaspal lagi ? :(

Jadi, buat yang menuju Pantura melewati Indramayu, coba saja menu yang satu ini, Maknyuss





0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls