26 Jul 2011

Bikin kolam terpal




Tadi malam, dari mulai abis maghrib hingga setengah dua belas malam, ngerjain kolam terpal di ruang belakang. Mulai dari menguras akuarium, mindah-mindahin LAT, mindahin akuarium, masukin lagi LAT ke akuarium.

Sore hari beli terpal ukuran 3x4 m (ternyata salah hitung, jadinya kegedean) dikasih harga 85 ribu. Ternyata pas mau dibuat, gede sekali. Terpal dilipat dua, baru disetting jadi kotakan buat nampung air. Lumayan juga kalau dikerjakan orang amatiran, ternyata menjadi lama sekali.

Formasi LAT sekarang ini (susah juga karena kemaren beli banyak dari kaskuser, murah pula, cihuuuy)
Jadi di akuarium atas diisi 2 pasang, akuarium tengah diisi indukan gendong telur 7 (belum disekat-sekat euy) akuarium bawah diisi sepasang plus si Clarki. Karena masih pada kecil, jadi di akuarium bawah tersendiri. Kolam terpal ukuran 1x1,5 m diisi 12 LAT, ce-co nyampur.

Indukan yang beli dari BFC kini tinggal 1, betina doang. yang jantan gede udah masuk ke pencernaan. Sekarang aku jarang ngasih makan pelet. Kalau ngasih pelet juga, dilihat sekitar beberapa jam, kalau masih ada, langsung buang lagi. Ngotorin dan ngejaga kualitas air. Lebih banyak dikasih cacing beku.

Ada juga kemaren clarkii yang mati (kecil, ukuran 5 cm), aku kasihkan saja ke LAT, eh pas ditengok beberapa jam kemudian, si clarkii udah hilang, disantap LAT RC lainnya. Kekenyangan, pada ngumpet di shelternya deh.

Semoga saja tidak ada masalah dengan kolam terpal made in sendiri. Lumayan juga ternyata sudah jadi kolamnya cukup besar untuk menampung para LAT. Dan mereka seneng pada ngumpet di sudut-sudtu terpal yang menjuntai.

25 Jul 2011

Lobster mati !





Hari Selasa Lobster tiba di rumah, hari minggu 3 lobster mati. Indukan lobster tinggal 5 lagi, 4 betina 1 jantan. Yang mati 2 jantan 1 betina. 1 jantan kondisi capit patah satu, mati saat pagi hari aku cek akuarium. 2 dalam keadaan sekarat. Lalu aku pindahin ke wadah, masing-masing di wadah yang berbeda. Akuarium aku kuras, yang masih hidup aku pindah ke akuarium tengah. Kondisi masih bugar.

Hipotesis pertama, mungkin kebanyakan ngasih pelet, jadi air terlalu keruh dan tercemar. Lobster ga mampu hidup.
Hipotesis kedua, terjadi perkelahian dan hukum alam, si jantan pemenang, memang berukuran paling besar dari dua jantan lainnya. Mungkin dia pengen menjadi penguasa.

Kita kekurangan jantan akhirnya. Mumpung hari minggu, setelah dari Tanah Abang, kami melanjutkan perjalanan mencari pejantan tangguh untuk lobster betina di rumah. Kami menuju Cengkareng, tepatnya ke TPHP di jalan Kamal Raya. Disana ada juga penjual Lobster. Tapi ternyata kami kurang beruntung karena stok indukan ternyata sedang kosong. Yang ada hanya ukuran 10 cm dengan harga 20 rb per ekor. Ya sudahlah, daripada pulang dengan tangan hampa, kami membeli 2 ekor betina dan satu jantan. Kata Pa Tarjo si penjual, yang betina sudah bisa kawin, sedangkan yang jantan belum cukup dewasa.

Selain beli tiga lobster, kami beli pula garam ikan dan cacing beku. Dari pa Tarjo kami mendapat pengetahuan yang lumayan masalah lobster. Pa Tarjo memelihara lobster di kiosnya dengan hanya sedikit air saja. Sekedar si Lobster tidak kering saja, kira-kira setengah dari tinggi lobster. Tapi lobsternya pada aktif. Dan kata pa Tarjo, mereka jarang sekali diberi makan. Tidak 2 kali sehari seperti kebanyakan para peternak Lobster bilang. Ya memang karena pa Tarjo memang tidak mengkhususkan untuk membesarkan Lobster untuk konsumsi, tapi dia juga sebagai penyalur bibit untuk para peternak lobster.

Pulang ke rumah, sekarang formasi akuarium menjadi 1 jantan 1 betina di atas, 1 jantan 5 betina di akuarium bawah. Let see them ...

22 Jul 2011

Budidaya Lobster





Tertarik dengan budidaya lobster, akhirnya aku menyempatkan searching masalah budidaya lobster dan cara mendapatkan indukan. Secara spesifik, di dunia budidaya Lobster akan lebih dikenal sebagai LAT atau Lobster Air Tawar. 

Dan hasil searching  mengarahkan kepada lobster yang lebih spesifik yaitu Lobster Redclaw alias si capit merah. 

Singkat kata, karena istri pun setuju dan ada area di rumah yang bisa dimanfaatkan, kami segera menyiapkan segala sesuatunya, dari finansial dan juga  penyedia indukan lobster. Dari situs lobsterairtawar(dot)kom kami mendapatkan informasi bahwa mereka menyediakan paket siap saji.

Paket siap saji yang dimaksud yaitu menyediakan paket 9 akuarium dan satu set indukan lobster yang terdiri dari 5 betina dan 3 jantan. Akuarium dibuat bertingkat tiga dengan masing-masing tingkat terdiri dari 3 akuarium dengan rak terbuat dari besi. Aerator, selang input dan output air juga sudah termasuk dalam paket. Termasuk juga pelet 400 gr dalam toples. Akuarium panjang kl. 90 cm dengan tinggi kl. 40 cm. Harga untuk paket ini adalah 4 juta (terakhir saya tanyakan sekitar bulan Juli 2011) dan mungkin sudah berubah. 

Tapi karena keterbatasan ruang dan masih mencoba-coba untuk budidaya lobster, maka kami menghubungi mereka untuk menegokan hanya tiga akuarium saja. Tiga akuarium dengan tiga tingkat plus satu set indukan. Harganya saat saya beli 2 juta, sudah termasuk ongkos kirim (dari Bintaro ke Pondok Labu). 

Akhirnya, Sabtu sore kami ke Bintaro, Selasa siang mereka mengantarkan pesanan kami. Tiga akuarium 3 lantai dengan satu set indukan dan shelter untuk persembunyian mereka. Welcome to you …

12 May 2011

Mencari Makan di Jakarta


Cukup sulit untuk membiasakan lidah ini mencicipi masakan Jakarta. Namun semua harus diadaptasikan. Seiring waktu, beberapa tempat aku kunjungi berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, tayangan tv ataupun referensi lainnya. Seperti tempat-tempat makan berikut ini :

STEAK :
1. Country steak
2. Warung Steak Obonk
3. Abuba Steak
4. Stallo Steak
5. Steak 21
6. Reborn Steak
7. Rollies Steak


Bakso / Bakmi
1. Bakso Malang Karapitan
2. Bakso Rawit Bewok
3. Bakmi Raos
4. Gokana Ramen


Martabak :
1. Martabak Bandung 76

Sop / Gulai :
1. Sop Sumsum Pak Tardja
2. Gulai Kepala Ikan Agus

Seafood
1. D'Cost

Lain-lain
1. Bumbu Desa
2. Bebek Slamet
3. Kopi Ladang
4. Ampera Cinere

12 Apr 2011

Starlet 87 hitam





Akhirnya kesampaian juga memiliki starlet kotak tahun 87an, setelah sedikit banyak usaha membuka iklan baris setiap pagi. Setelah sekitar dua minggu pencarian, akhirnya berjodoh pula dengan penjual di gandaria jaksel. Singkat cerita, si starko deal pindah tangan seharga 26,5 jt. Dp 500 dan keesokan harinya dibayar lunas dan langsung bawa starko.

Ini dia perjuangan yang cukup melelahkan. Secara, aku baru bisa nyetir, itupun sangat jauh dr kata lancar. Makanya, starko kunaiki tanpa menghidupkan ac ataupun tape. Udara jakarta, walaupun sore hari, tetap saja puanas pol, dan pula dengan polusi dan kemacetannya. Ac dan tape sengaja tidak dinyalakan untuk bisa lebih konsentrasi dalam menginjak kopling, rwm ataupun gas hehehe...
Alhasil, aku nyetir dengan peluh membasahi. Yang ku takutkan, karena sopir pertama, mobil sewaktu2 mati tengah jalan karena salah atau tidak tepat i jek kopling atau gas, dan repot saat menghidupkannya kembali. Pabaliut ...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls